Kampanye Djarot di Jakbar Ditolak Warga, Polisi Evaluasi Pengamanan

Kampanye Djarot di Jakbar Ditolak Warga, Polisi Evaluasi Pengamanan

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 10 Nov 2016 13:53 WIB
Kampanye Djarot di Jakbar Ditolak Warga, Polisi Evaluasi Pengamanan
Kombes Awi Setiyono/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kampanye pasangan calon gubernur dan wagub DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat sudah dua kali mendapat penolakan warga di Jakarta Barat. Setelah Ahok 'dihadang' sekelompok orang, giliran kampanye Djarot di Kembangan Utara, Rabu (9/11) yang mendapat penolakan warga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menegaskan mengevaluasi pola pengamanan kampanye pasangan cagub/cawagub.

"Menyikapi itu tentunya polisi juga sebagai bahan masukan untuk perencanaan pengamanan terkait dengan paslon yang ada penolakan, termasuk juga info intelijen sangat berguna," ujar Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Evaluasi pengamanan juga dibahas dengan pihak lain seperti Bawaslu. Awi menyebut penolakan pasangan calon, memprihatinkan.

"Kita selalu adakan evaluasi terkait dengan pengamanan, memang hari ini juga kita mau evaluasi dengan Bawaslu. Saya sendiri mau datang, rencana jam 1 di Cikini, pada intinya terkait dengan kasus tersebut juga jadi keprihatinan kita bersama terjadi penolakan terhadap paslon," lanjut dia.

Evaluasi nantinya juga dilakukan dengan memastikan jadwal kampanye para pasangan calon yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Ahok-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Saat ini polisi menurut Awi belum pernah mengantongi rencana jadwal kampanye calon.

"Kepolisian kebetulan punya tim pengamanan melekat kepada paslon, di situlah peran kita, termasuk jemput bola dan koordinasi dengan timses, apa yang akan dikerjakan," sambungnya.

Penolakan Djarot terjadi di Kampung Baru RT 02/10 dan RT 04/03 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakbar, Rabu (9/11). Djarot disambut oleh puluhan orang pendemo yang mengatasnamakan warga Bampeng Kembangan.

Dalam aksinya, pendemo yang berjumlah sekitar 20 orang itu membawa sejumlah spanduk, di antaranya 'Hukum dan Pidanakan Ahok sang Penista Agama'.

Meski didemo, Djarot tetap melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat betawi di Jl H Mading, Kembangan. Namun saat kampanye yang juga dihadiri Wali Kota Jakbar Anas Effendi, Djarot kembali mendapatkan penolakan dari massa ormas Islam.

Melihat kerawanan tersebut, Polres Jakarta Barat dibantu Polda Metro Jaya melakukan pengamanan dengan melibatkan seratusan personel. Kampanye Djarot berakhir pada sore hari dengan aman.

(mei/fdn)


Berita Terkait