Diperiksa Penyidiknya Sendiri Soal e-KTP? Ini Kata Ketua KPK Agus Rahardjo

Diperiksa Penyidiknya Sendiri Soal e-KTP? Ini Kata Ketua KPK Agus Rahardjo

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 10 Nov 2016 13:35 WIB
Diperiksa Penyidiknya Sendiri Soal e-KTP? Ini Kata Ketua KPK Agus Rahardjo
Ketua KPK Agus Rahardjo sebelah kiri (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Agus Rahardjo menanggapi santai soal namanya yang pernah memberikan rekomendasi ke panitia pengadaan proyek e-KTP saat menjabat sebagai Ketua LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Sempat ada wacana untuk penyidik KPK agar Agus dimintai keterangan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi e-KTP itu.

Lalu apa kata Agus?

"Saya enggak ada hubungannya kok. Ngapain saya diperiksa. Hahaha," kata Agus di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut penyidik KPK telah teruji independensinya. Bahkan, apabila harus memeriksa ketuanya sendiri, penyidik KPK menurut Basaria tentunya harus melakukannya demi penegakan hukum.

"Pada prinsipnya kita dalam penyidikan tidak boleh melihat siapa pun. Kalau menurut penyidikan dibutuhkan keterangan yang bersangkutan mau tidak mau termasuk saya, kalau dibutuhkan," kata Basaria, Kamis (27/10).

Basaria menegaskan dalam melakukan penyidikan KPK tidak akan bersinggungan dengan kepentingan. Pun ketika penyidik KPK harus meminta keterangan dari ketuanya sendiri.

"Jadi tidak mengenal siapa pun. Apabila penyidikan memerlukan keterangan kita harus berpartisipasi dan mendukung penyidikan," tegas Basaria.

Tentang munculnya nama Agus Rahardjo dalam pusaran kasus korupsi e-KTP muncul dari mulut mantan Mendagri Gamawan Fauzi. Seusai menjalani pemeriksaan beberapa waktu lalu, Gamawan mengaku telah meminta rekomendasi ke KPK dan diminta untuk didampingi LKPP yang saat itu diketuai oleh Agus Rahardjo.

Menurut Gamawan, proyek itu tidak mengalami masalah dan selalu diaudit setiap tahun. Namun ternyata proyek itu bermasalah dan saat ini tengah diusut KPK. (dhn/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini