Kisah Polisi Rembang yang 12 Tahun Tinggal di Area Pemakaman

Kisah Polisi Rembang yang 12 Tahun Tinggal di Area Pemakaman

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 10 Nov 2016 09:58 WIB
Kisah Polisi Rembang yang 12 Tahun Tinggal di Area Pemakaman
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Rembang - Menjadi anggota polisi tidak membuat seorang pria bernama Widodo Ramelan (52) menjadi tinggi hati. Bahkan kini sudah 12 tahun ia tetap bertahan dengan kesederhanaannya tinggal di area pemakaman umum Krapyak, Desa Sidowayah, Rembang.

Saat detikcom mengunjungi rumah sederhana polisi berpangkat Aiptu itu, jalur yang dilalui paling dekat memang melewati barisan nisan-nisan. Saat itu Ramelan sedang menyebar makanan unggas ke bebek-bebek dan ayam peliharaannya.

"Sudah 12 tahun saya di sini. Takut? Tidak," kata Ramelan mengawali pembicaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ramelan kemudian segera menyudahi memberi makan unggasnya dan duduk di dekat salah satu nisan. Ia bercerita sebenarnya dirinya merupakan anak pemilik tanah yang cukup berada, namun saat pembagian warisan ia memilih hidup sederhana.

"Saya 10 bersaudara. Pas bagi waris saya dapat rumah, yang bagian belakang dikasihkan adik, depan kasihkan kakak, yang bagian tengah dijual laku Rp 10 juta, yang Rp 2 juta dibohongi, jadinya dapat Rp 8 juta," terangnya.

Ramelan dan keluarganya kemudian mencari tempat tinggal dan dapatlah rumah yang terhubung langsung dengan pemakaman umum Krapyak. Ayah empat anak itu mengaku tidak nyaman tinggal di asrama sehingga memilih tinggal di rumah sederhana meski harus berada di lingkungan pemakaman.

Aiptu Widodo ditemui Kapolres Rembang AKBP Sugiarto Foto: Angling Adhitya P/detikcom
AiptuWidodo ditemui Kapolres Rembang AKBPSugiarto

"Perasaan berat di awal itu wajar, lama-lama ya tidak juga. Ya kalau dicibir dibilang penjaga kubur ya tidak apa-apa," kata pria yang sudah menjadi polisi sejak 30 tahun lalu itu.

"Dulu memang takut, tapi kan istri harus nurut sama suami," imbuh istri Ramelan, Suyatni (49).

Memang awalnya keluarga sedikit takut tinggal di area pemakaman, namun lama kelamaan terbiasa dan ada berkah karena bisa merawat makam orangtua setiap hari. Makam-makam di halaman rumahnya itu merupakan milik keluarga dan kerabat.

"Ini makam ayah saya, ini kakak saya ketiga, ini nenek yang rawat saya sejak kecil, ini ibu saya, ini adiknya nenek, ini ipar, ini juga adiknya nenek," tutur polisi yang kini bertugas sebagai Kasi Humas Polsek Lasem itu sambil menunjuk satu persatu makam.

Dengan tegas Ramelan mengatakan cukup nyaman dengan kehidupannya sekarang meski tidak bisa seperti polisi di mata masyarakat yang bermobil dan beristri cantik. Menurutnya hidup sederhana dan tenang adalah segalanya.

"Kita lebih rawan kalau diberi harta banyak. Polisi sekarang banyak yang sudah punya mobil istri cantik, saya seperti ini enjoy," pungkasnya.

Kisah Polisi di Rembang yang Tinggal di Area PemakamanFoto: Angling Adhitya P/detikcom

Kini Ramelan tinggal bersama istrinya dan tiga anaknya karena anak pertamanya sudah berkeluarga. Keinginan untuk pindah tentu saja ada, namun dengan usaha terus mencari rumah layak huni berharga terjangkau di Rembang. Beberapa bulan lalu, Ramelan mendapatkan kabar ada perumahan khusus polisi di Bhayangkara Residence yang harganya murah.

"Keinginan pindah jelas ada. Akhirnya ada (perumahan) Bhayangkara Residence, saya langsung ambil," katanya.

Untuk diketahui, rumah di Bhayangkara Residence merupakan rumah khusus anggota Polres Rembang dengan tipe 45 dan luas tanah 120 m2 dengan harga Rp 125 juta. Saat ini perumahan sedang dibangun. Untuk tipe yang sama di Rembang harganya sekitar Rp 270 juta. Lokasinya berada di Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori atau berjarak 4,1 Km dari Mapolres Rembang dengan waktu tempuh 8 menit.
Halaman 2 dari 2
(alg/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads