"Kita serahkan kepada dewan kepahlawanan yang sudah dibentuk pemerintah. Mereka pasti punya pertimbangan. Kalo saya pribadi, inginnya (Soeharto jadi pahlawan nasional, -red), apa sih susahnya? Gus Dur juga. Tapi kan dewan gelar punya pertimbangan," kata Akom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11/2016).
Terlepas dari sisi kontroversinya, Akom menambahkan, Soerharto dan Gus Dur memiliki jasa yang banyak untuk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mana ada pahlawan yang sempurna tapi tentu itu kembali ke dewan kepahlawanan," sambung dia.
10 November merupakan hari besar bagi bangsa Indonesia. 71 tahun yang lalu tepatnya di Surabaya, puncak perjuangan bangsa Indonesia dalam revolusi nasional mencapai puncaknya.
Perjuangan para pejuang kemerdekaan kala itu yang dipimpin oleh Soetomo atau lebih akrab disapa Bung Tomo sangat mengagumkan. Pertempuran Surabaya yang berawal tanggal 27 Oktober dan berakhir pada 20 November 1945 tersebut merupakan salah satu aksi heroik para pejuang yang paling berat pada masa revolusi. (wsn/imk)











































