"Saya terbukti ya (keberanian) saat menjalankan usaha. Dalam komitmen saya di mana-mana jarang sekali menanyakan saya berani atau tidak," kata Sandi kepada wartawan saat ditemui di Posko Pemenangan Anies-Sandi di jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016).
Saat memutuskan beralih ke dunia politik, Sandi mengaku banyak kolega yang menanyakan nyalinya. "Begitu juga ketika masuk ke politik, banyak yang nanya ke saya punya nyali atau tidak. Saya sih buktiin saja," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di panggung politik, Sandi mengaku membuktikan nyalinya saat memutuskan melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Juga saat dia melobi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menerima Anies Baswedan sebagai Cagub DKI.
"Apa yang saya lakukan, melawan petahana (Ahok) yang sangat rockstar saya lakukan. Berani bernegosiasi dengan pak Prabowo sudah saya lakukan, membawa pak Anies itu orang bilang mana berani Sandi. Saya berani, saya yakini beliau," kata Sandiaga.
Anies dan Sandi juga berjanji akan mengkaji kembali reklamasi di Teluk Jakarta. Bila tak berpihak pada rakyat, mereka berjanji akan menghentikan proyek tersebut.
"Menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir dan segenap warga Jakarta," begitu salah satu dari 23 janji Anies-Sandiaga.
Beranikah Sandiaga menghentikan reklamasi Teluk Jakarta?
"Karena saya mengusung kebenaran, selama reklamasi itu diusung dengan keterbukaan berdasarkan keadilan dan ternyata tidak berpihak pada rakyat kecil ya saya berani," kata Sandiaga saat ditemui di Posko Pemenangan Anies-Sandi di jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016). (erd/erd)











































