Agung Laksono: Abaikan Pidato dari Elite yang Memecah Belah Umat

Agung Laksono: Abaikan Pidato dari Elite yang Memecah Belah Umat

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 09 Nov 2016 21:42 WIB
Agung Laksono: Abaikan Pidato dari Elite yang Memecah Belah Umat
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar yang juga Ketum Kosgoro 1957 Agung Laksono turut mengomentari aksi demonstrasi yang digelar oleh Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI (GNPF MUI) pada Jumat (4/11) lalu. Agung mengapresiasi aksi tersebut karena dilangsungkan dengan damai.

"Kita lihat di aksi 4 November lalu, yang semua kita khawatirkan jadi ajang ledakan emosi kemarahan, ternyata berlangsung dengan aman dan damai. Peserta aksi justru tunjukkan sikap simpatik dengan menghindari aksi kekerasan," kata Agung dalam acara Musyawarah Pimpinan Nasional Kosgoro di Hotel Ibis, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (9/11/2016).

Menurutnya, terkait kasus yang menyangkut masalah agama adalah hal yang sensitif. Kasus ini, menurutnya, ialah sebuah ujian bagi kerukunan umat beragama di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski gejolak timbul di masyarakat, Agung memandang, masyarakat Indonesia sudah menunjukkan kedewasaannya. Termasuk masyarakat yang tidak terprovokasi oleh hasutan-hasutan yang disampaikan oknum.

"Kerukunan umat beragama adalah ujian bagi bangsa. Kita mengalami goncangan yang luar biasa. Tapi kita terima kasih kepada rakyat Indonesia yang menunjukkan kedewasaannya," ucap Agung.

"Pidato-pidato dari elite-elite tertentu yang yang memecah belah umat diabaikan. Rakyat tetap menunjukkan kecerdasannya dan tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan," tambah mantan Ketua DPR RI periode 2004-2009 ini.

Agung juga menyorot ekses yang terjadi akibat provokasi yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Ia mengkritik kepada pihak-pihak yang terus memprovokasi masyarakat.

Agung menyatakan diri untuk terus mendukung pemerintahan Joko Widodo. Menurutnya segenap pihak harus mempertahankan keutuhan negara Indonesia.

"Sebagai bangsa yang sepakat bangun demokrasi dengan santun kita harus terus gandeng tangan dengan pemerintah. Sikap Presiden Jokowi patut kita apresiasi. Kosgoro mendukung dan siap gandeng tangan bersama Partai Golkar untuk gandeng tangan dengan pemerintah atas alasan kesatuan bangsa. Presiden tidak boleh ragu dan gentar karena Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah harga mati yang harus dipertahankan," ujar Agung.

Terhadap kasus yang berawal dari pidato kontroversial yang berakibat diduganya ada penistaan agama, Agung menyatakan mendukung aparat kepolisian untuk menyelesaikan kasus hingga tuntas.

"Kosgoro 1957 mendorong aparat kepolisian memproses kasus tersebut agar tidak jadi preseden buruk di masa mendatang," tuturnya. (jbr/bag)


Berita Terkait