Seorang saksi mata, Arvan Muhammad Tanjung melihat asap membumbung tinggi sesaat sebelum kebakaran terjadi. Arvan melihat asap dari Stasiun Kampung Bandan.
"Saya duduk menghadap bengkel itu. Ada banyak mobil lagi pada servis di situ. Habis Isya saya lihat ada asap putih. Saya kira bakaran sampah," ungkap Arvan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (9/11/2016).
Menurut Arvan, asap lama-lama berubah menjadi pekat. Tak lama berselang, ledakan terdengar dari bengkel dan membuat warga setempat heboh.
"Ledakan pertama masih asap, ledakan berikutnya ada api ke udara. Cukup besar," kata dia.
Arvan tak ingat persis berapa kali ledakan terdengar. Tetapi setelah itu api semakin besar.
"Ada sekitar 7 kali ledakan. Pokoknya lebih dari 5 kali ledakannya. Apinya besar," tambah dia.
Sementara itu menurut Kasudin Damkar Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, delapan mobil damkar dikerahkan untuk pemadaman. Situasi menurutnya tidak membahayakan.
"Dugaan sementara kebakaran akibat bensin yang dalam perbaikan," ucap Satriadi saat dikonfirmasi. (elz/bag)











































