"Setibanya saya di sini, beliau sudah menjalani asimilasi di luar tapi tetap berstatus pemuka. Beliau asimilasi kerja pergi pagi, pulang sore. Jadi bermalam di sini. Kalau pun dia berangkat jam 07.00 pagi dan pulang jam 17.00 sore itu sangat disiplin dan memang sesuai waktu. Dia enggak mau melanggar koridor aturan jadi disiplin sekali itulah," ujar Arpan dalam perbincangannya di ruang kerja Lapas Tanggerang, Rabu (9/11/2016).
Dia mengatakan kehadiran Antasari telah jadi virus positif. Bahkan wargaan binaan dan pegawai lapas pun segan akan karismatik yang dimilikinya.
"Karismatik kewibawaan dia itu timbul dengan sendirinya artinya bukan hanya bicara tapi aksi nyata dia lakukan dia beri contoh teladan," papar Arpan yang baru bertugas 7 bulan di Lapas Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tidak merasa ada perbedaan dengan yang lain dia tidak menuntut perlakuan khusus justru muncul perilaku dia memberikan keteladanan. Seperti itu di blok kamarnya sama dengan yang lain," tutur Arpan.
![]() |
Arpan menuturkan meski Antasari pernah memegang jabatan bergengsi, namun ketika di dalam lapas, gelar itu dilepas dan menjadi warga binaan lainnya.
"Nggak ada yang lebih dia sendiri merasa menempatkan diri sebagai warga binaan, sebagai narapidana tidak ada beda dengan orang lain. Dia sangat menyadari itu," pungkas Arpan. (edo/asp)












































