Trump Menang Pilpres AS, Novanto Nostalgia Pertemuan di New York

Trump Menang Pilpres AS, Novanto Nostalgia Pertemuan di New York

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Rabu, 09 Nov 2016 16:44 WIB
Trump Menang Pilpres AS, Novanto Nostalgia Pertemuan di New York
Novanto saat bertemu dengan Trump pada September 2015 (Foto: Raymond Hall)
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyebut kunjungannya bersama Fadli Zon beberapa waktu lalu menemui Donald Trump di Amerika Serikat berbuah hasil. Trump kini menang di Pilpres AS. Apa maksudnya?

"Ya ini tentu saya sangat bahagia karena apa yang sudah kita lakukan pada saat itu dan ternyata sekarang sudah terbukti bahwa apa yang saya lakukan itu adalah demi perbaikan dan kepentingan untuk negara Indonesia," kata Novanto di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (9/11/2016).

Novanto meyakini dengan terpilihnya Trump hubungan Indonesia dan AS akan menjadi lebih baik. Khususnya di sektor pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, saat bertemu Trump beberapa waktu lalu, capres AS dari Partai Republik itu memang telah menjanjikan akan banyak berinvestasi di Indonesia.

"Dan kenyataannya apa yang saya sampaikan dahulu itu bahwa memang Donald Trump sangat ingin untuk berinvestasi di Indonesia dan bekerja sama di Indonesia. Apalagi beliau melihat sangat apresiasi bahwa Indonesia adalah negara islam yang terbesar dan beliau sangat ingin memberikan kontribusi besar untuk melakukan investasi," beber Novanto.

"Waktu itu masih pengusaha kalau sekarang jadi presiden tentu pasti menjadi perwujudan yang sangat konkret untuk melakukan langkah langkah ini sebaik-baiknya," sambung dia.

Seperti diketahui, Novanto pernah bertemu Trump saat rombongan delegasi DPR yang mengikuti sidang PBB di New York bertemu dengan bakal capres Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Novanto pun sempat diperkenalkan ke pendukung Trump.

Trump lalu bertanya ke Novanto apakah masyarakat Indonesia mengenal dan menyukainya "Yes, highly!" jawab Novanto saat itu.

Pertemuan dengan Trump ini sempat membuat Novanto dan Fadli Zon dilaporkan ke MKD. MKD akhirnya memberikan sanksi ringan berupa teguran ke Novanto dan Fadli.

Berdasarkan penghitungan yang dilansir media ternama Washington Post, Rabu (9/11/2016), Trump telah meraih 276 electoral vote, meninggalkan rivalnya, Hillary Clinton yang meraih 218 electoral vote. Dengan perolehan ini berarti Trump telah melampaui ketentuan 270 electoral vote yang harus direbutnya untuk memenangkan pilpres.



(wsn/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads