Deputi Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Petrus Golose mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi itu. Informasi tersebut harus dicek lebih jauh.
"Kita informasi tidak bisa hanya bergantung dari cyber space. Kita harus cek sidik jari DNA saudara kandung. TIdak bisa ditentukan yang bersangkutan sudah meninggal dunia sampai (dilakukan) itu," kata Petrus di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (9/11/2016).
Petrus mengatakan ini bukan yang pertama Abu Jandal dikabarkan tewas. Pria asal Jawa Timur itu juga pernah dikabarkan tewas 2015 lalu. Tidak hanya Abu Jandal, teroris Dulmatin juga pernah tiga kali dikabarkan tewas hingga akhirnya benar tewas di Pamulang beberapa tahun lalu.
"Saya barusan mengirim dari tim kami (ke Suriah). Mengirim anggota baik di Damaskus baik ke Iraq. Sama kesulitan. Karena buffer zone ini sulit dilakukan penegakan hukum," ujarnya.
"Informasi mungkin dibuat orang lain diterima keluarga dan terus berantai. Ini sulit ketika informasi open source sekarang berlebihan. Ini sudah kedua kali (dikabarkan) mati," urainya. (idh/dhn)











































