Ditanya soal kecelenya ciuman tangan ke maha guru palsu saat berada di makam ulama kharismatik Mbah Kholil, Marwah Daud menolak berkomentar.
"No comment," kata Marwah Daud saat datang ke gedung Ditreskrimum Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Rabu (9/11/2016).
(Baca juga: Cerita Polisi Soal Marwah Daud Ditipu Maha Guru Padepokan Dimas Kanjeng)
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono sebelumnya mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka SP Ramanathan alias Vijay, Marwah Daud pernah mencium tangan dan mendapatkan tasbih dari Abah Holil.
Padahal, tangan yang dicium bukan ulama kharismatik, bukan ahli agama, bukan ulama. Abah Holil hanya orang biasa asal Jakarta yang direkrut Vijay dan diseting menjadi Abah Holil.
Orang tersebut juga didandani dengan pakaian jubah dan sorban menjadi maha guru. Ini dilakukan untuk menyakinkan pengikut Dimas Kanjeng, soal orang di sekeliling Dimas Kanjeng. (roi/fdn)











































