Hal ini disampaikan saat konferensi pers pernyataan sikap Majelis Nasional KAHMI terhadap aksi damai 4 November 2016 di Jalan Turi I No. 14 Senopati, Kebayoran Baru Jakarta Selatan Rabu (9/11/2016). Hadir dalam konferensi pers tersebut Presidium Majelis Nasional KAHMI MS Kaban, Wakil eSekretaris Jendral KAHMI Manimbang Kahariady, Majelis Etik KAHMI Harun Kamil, Anggota Majelis Penasihat KAHMI Adi Adam Nuh, dan Sekretaris Jendral KAHMI Subandrio.
"Kita tidak mau kader HMI jadi korban, kenapa itu terjadi karena ada provokasi. Ini ada upaya berpotensi pengalihan isu dengan mencari kambing hitam dan sebagainya," jelas Wakil Sekretaris Jendral KAHMI Manimbang Kahariady.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kami tidak bisa melihat hanya dipermukaan demikian. Kami akan mencermati dan menganalisis secara mendalam, ini ada hubungan sebab akibat," jelas Kahariady lagi.
KAHMI juga melihat adanya provokator dari aksi tersebut yang mengatasnamakan institusi HMI. Ini dilakukan secara terencana untuk mengkambing hitamkan HMI.
"Yang kedua, itu ditangkap, pendemo, begitu dicek ternyata dia bukan anggota HMI. Jadi dari situ saja, kami kesimpulan sementara, berkeyakinan bahwa kuat dugaan ini by design, ini kuat dugaan bahwa ini sudah terencana," katanya.
KAHMI konsen pada penegakan hukum terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Jika ada upaya di balik proses tersebut yang berusaha untuk menyudutkan HMI, pihaknya akan menindaklanjuti serta menelusuri lebih dalam.
"Jika di balik itu ada langkah-langkah yang diduga rekayasa, yang menyudutkan dan merugikan, tentu kami tidak akan tinggal diam. Kami akan menganalisis menelusuri lebih mendalam," tegas Kahariady.
(erd/erd)











































