"Hari ini kami mengunjungi 3 TPS sekitar Washington DC, yakni 2 di Virginia dan 1 di Washington DC. Pertama, di Bush Hill Elementary School, Fairfax County, negara bagian Virginia. Di sini terdaftar sekitar 3.500 orang," kata Romahurmuziy saat berbincang dengan detikcom di Washington DC, Selasa (8/11/2016).
Foto: Ahmad Toriq/detikcomSampel surat suara di Virginia |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang menarik, karena sebagian keturunan Spanyol/Mexico, bahkan kartu suaranya ada yang menggunakan bahasa latin," ujar Rommy.
Foto: Ahmad Toriq/detikcomPemilih menscan surat suara yang sudah diberi pilihan ke mesin |
Di TPS kedua, yaitu di Community Center Arlington County, Virginia, Rommy menyoroti tak ada saksi dari Partai Republik di TPS. Dia menganalisis keberadaan saksi tak terlalu penting karena sistem penghitungan suara dilakukan secara elektronik.
"Keberadaan saksi barangkali tidak sepenting di RI, karena sistem pemilu mereka elektronik semuanya. Bahkan setelah memilih, kartu suara langsung di-scan untuk didapatkan hasilnya, seperti kartu jawaban ujian waktu SNMPTN di Indonesia. Begitu TPS tutup, 12 petugas di setiap TPS akan melaporkan secara manual melalui telepon kepada KPUD kab/kota, atas hasil perhitungan elektronik mesin pemilu yang ada di tiap TPS. Dengan demikian, kemungkinan deviasinya sangat kecil," ulas Rommy.
Foto: Ahmad Toriq/detikcomPemilih menscan surat suara yang sudah diberi pilihan ke mesin |
Teknis pemilihan di TPS di AS memang tak seperti di Indonesia. Jika di Indonesia dikenal istilah dicoblos atau dicontreng, maka di AS dilingkari, seperti melingkari jawaban saat siswa di Indonesia mengikuti ujian nasional atau SNMPTN. Alat tulis yang digunakan seperti pensil 2B yang bisa dibaca komputer.
"Yang ketiga, kami mengunjungi TPS di Therapeutic Recreation Service, Washington DC. Ketua KPPS-nya seorang penyandang disabilitas, termasuk beberapa petugasnya. Yang menarik, orang yang membutuhkan jasa penerjemah dari berbagai negara untuk membantu memilih, termasuk Indonesia, dapat meminta bantuan petugas KPPS. Biayanya ditanggung oleh pemprov," pungkas Rommy menceritakan kunjungannya ke TPS ketiga
Foto: Ahmad Toriq/detikcomBilik suara di TPS Therapeutic Recreation Service, Washington DC |
(tor/imk)











































Foto: Ahmad Toriq/detikcom
Foto: Ahmad Toriq/detikcom
Foto: Ahmad Toriq/detikcom
Foto: Ahmad Toriq/detikcom