Catatan Ketum PPP Soal Pilpres AS: Pemilihan Seperti Ujian SNMPTN

Laporan dari Washington DC

Catatan Ketum PPP Soal Pilpres AS: Pemilihan Seperti Ujian SNMPTN

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 09 Nov 2016 13:15 WIB
Catatan Ketum PPP Soal Pilpres AS: Pemilihan Seperti Ujian SNMPTN
Proses pemungutan suara di TPS Therapeutic Recreation Service, Washington DC (Foto: Ahmad Toriq/detikcom)
Washington DC - Ketum PPP Romahurmuziy membuat sejumlah catatan setelah mengunjungi tiga TPS di wilayah Virginia dan Washington DC. Ada tiga catatan, salah satunya soal teknis pemilihan.

"Hari ini kami mengunjungi 3 TPS sekitar Washington DC, yakni 2 di Virginia dan 1 di Washington DC. Pertama, di Bush Hill Elementary School, Fairfax County, negara bagian Virginia. Di sini terdaftar sekitar 3.500 orang," kata Romahurmuziy saat berbincang dengan detikcom di Washington DC, Selasa (8/11/2016).

Sampel surat suara di VirginiaFoto: Ahmad Toriq/detikcom
Sampel surat suara di Virginia


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu hal yang menarik perhatian Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, dari TPS ini adalah adanya surat suara yang berbahasa latin. Surat suara berbahasa latin ini disiapkan karena ternyata ada pemilih yang tak sepenuhnya mengerti bahasa Inggris.

"Yang menarik, karena sebagian keturunan Spanyol/Mexico, bahkan kartu suaranya ada yang menggunakan bahasa latin," ujar Rommy.

Pemilih menscan surat suara yang sudah diberi pilihan ke mesinFoto: Ahmad Toriq/detikcom
Pemilih menscan surat suara yang sudah diberi pilihan ke mesin


Di TPS kedua, yaitu di Community Center Arlington County, Virginia, Rommy menyoroti tak ada saksi dari Partai Republik di TPS. Dia menganalisis keberadaan saksi tak terlalu penting karena sistem penghitungan suara dilakukan secara elektronik.

"Keberadaan saksi barangkali tidak sepenting di RI, karena sistem pemilu mereka elektronik semuanya. Bahkan setelah memilih, kartu suara langsung di-scan untuk didapatkan hasilnya, seperti kartu jawaban ujian waktu SNMPTN di Indonesia. Begitu TPS tutup, 12 petugas di setiap TPS akan melaporkan secara manual melalui telepon kepada KPUD kab/kota, atas hasil perhitungan elektronik mesin pemilu yang ada di tiap TPS. Dengan demikian, kemungkinan deviasinya sangat kecil," ulas Rommy.

Pemilih menscan surat suara yang sudah diberi pilihan ke mesinFoto: Ahmad Toriq/detikcom
Pemilih menscan surat suara yang sudah diberi pilihan ke mesin


Teknis pemilihan di TPS di AS memang tak seperti di Indonesia. Jika di Indonesia dikenal istilah dicoblos atau dicontreng, maka di AS dilingkari, seperti melingkari jawaban saat siswa di Indonesia mengikuti ujian nasional atau SNMPTN. Alat tulis yang digunakan seperti pensil 2B yang bisa dibaca komputer.

"Yang ketiga, kami mengunjungi TPS di Therapeutic Recreation Service, Washington DC. Ketua KPPS-nya seorang penyandang disabilitas, termasuk beberapa petugasnya. Yang menarik, orang yang membutuhkan jasa penerjemah dari berbagai negara untuk membantu memilih, termasuk Indonesia, dapat meminta bantuan petugas KPPS. Biayanya ditanggung oleh pemprov," pungkas Rommy menceritakan kunjungannya ke TPS ketiga

Bilik suara di TPS Therapeutic Recreation Service, Washington DCFoto: Ahmad Toriq/detikcom
Bilik suara di TPS Therapeutic Recreation Service, Washington DC


(tor/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini