BKSAP DPR: Siapapun Presiden AS, Semoga Jaga Hubungan Baik dengan Indonesia

Laporan dari Washington DC

BKSAP DPR: Siapapun Presiden AS, Semoga Jaga Hubungan Baik dengan Indonesia

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 09 Nov 2016 11:25 WIB
BKSAP DPR: Siapapun Presiden AS, Semoga Jaga Hubungan Baik dengan Indonesia
Syaifullah Tamliha, Dony Ahmad Munir, Romahurmuziy, dan Amir Uskara menyimak penjelasan dari Kapten Poll Station Therapeutic Recreation Service, Clarence (Foto: Ahmad Toriq/detikcom)
Washington DC - Perhitungan hasil pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) sudah dimulai. Donald Trump unggul sementara dari Hillary Clinton. Apa kata delegasi DPR yang memantau langsung Pilpres AS di Washington DC?

"Siapapun Presiden AS yang terpilih nantinya, harapannya semoga tetap menjaga hubungan baik dengan Indonesia," kata Wakil Ketua BKSAP DPR Syaifullah Tamliha saat berbincang di Washington DC, Selasa (8/11/2016) waktu AS.

Dalam perhitungan sementara hingga malam ini waktu AS, capres Donald Trump mengungguli Hillary. Trump diproyeksikan menang di negara-negara bagian berikut: Kansas, North Dakota, South Dakota, Texas, Wyoming, Nebraska, Indiana, Kentucky, West Virginia, South Carolina, Arkansas, Missouri, Mississippi, Oklahoma, Alabama dan Tennessee.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan capres partai Demokrat, Hillary diproyeksikan menang di negara-negara bagian: New York, Vermont, Illinois, New Jersey, Massachusetts, Maryland, Delaware, Rhode Island dan Washington.

Delegasi DPR yang berangkat memantau Pilpres AS. Dari kiri ke kanan: Amir Uskara, Reni Marlinawati, Romahurmuziy, Syaifullah Tamliha, Dony Ahmad MunirFoto: Ahmad Toriq/detikcom
Delegasi DPR yang berangkat memantau Pilpres AS. Dari kiri ke kanan: Amir Uskara, Reni Marlinawati, Romahurmuziy, Syaifullah Tamliha, Dony Ahmad Munir


Tamliha tak mau membuat prediksi soal hasil akhir. Namun dia memuji pelaksanaan pemilu di AS yang berlangsung tertib.

"Di sini tertib, bagus, bisa ditiru di Indonesia. Kesempatan orang untuk memilih dibuka seluas-luasnya, asal memenuhi syarat," ulas Ketua DPP PPP bidang Luar Negeri ini.

Lebih jauh soal teknis pemilihan di AS, menurut Tamliha Indonesia perlu mengkaji kemungkinan mengggelar pemilihan di hari kerja. Soal tabulasi data menggunakan peralatan canggih juga perlu ditiru. Apalagi Indonesia juga akan menggelar pemilihan legislatif dan pilpres secara serentak.

"Apalagi pemilu akan disamakan dengan pilpres waktunya, jadi akan lebih seru," ujar wakil rakyat dari dapil Kalimantan Selatan I ini.

(tor/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads