"Siapapun Presiden AS yang terpilih nantinya, harapannya semoga tetap menjaga hubungan baik dengan Indonesia," kata Wakil Ketua BKSAP DPR Syaifullah Tamliha saat berbincang di Washington DC, Selasa (8/11/2016) waktu AS.
Dalam perhitungan sementara hingga malam ini waktu AS, capres Donald Trump mengungguli Hillary. Trump diproyeksikan menang di negara-negara bagian berikut: Kansas, North Dakota, South Dakota, Texas, Wyoming, Nebraska, Indiana, Kentucky, West Virginia, South Carolina, Arkansas, Missouri, Mississippi, Oklahoma, Alabama dan Tennessee.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ahmad Toriq/detikcomDelegasi DPR yang berangkat memantau Pilpres AS. Dari kiri ke kanan: Amir Uskara, Reni Marlinawati, Romahurmuziy, Syaifullah Tamliha, Dony Ahmad Munir |
Tamliha tak mau membuat prediksi soal hasil akhir. Namun dia memuji pelaksanaan pemilu di AS yang berlangsung tertib.
"Di sini tertib, bagus, bisa ditiru di Indonesia. Kesempatan orang untuk memilih dibuka seluas-luasnya, asal memenuhi syarat," ulas Ketua DPP PPP bidang Luar Negeri ini.
Lebih jauh soal teknis pemilihan di AS, menurut Tamliha Indonesia perlu mengkaji kemungkinan mengggelar pemilihan di hari kerja. Soal tabulasi data menggunakan peralatan canggih juga perlu ditiru. Apalagi Indonesia juga akan menggelar pemilihan legislatif dan pilpres secara serentak.
"Apalagi pemilu akan disamakan dengan pilpres waktunya, jadi akan lebih seru," ujar wakil rakyat dari dapil Kalimantan Selatan I ini.
(tor/imk)












































Foto: Ahmad Toriq/detikcom