DetikNews
Rabu 09 Nov 2016, 10:59 WIB

Menteri Susi Ingin Interpol Berperan Besar Berantas Illegal Fishing

Idham Kholid - detikNews
Menteri Susi Ingin Interpol Berperan Besar Berantas Illegal Fishing Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti di Sidang Umum Interpol, Rabu (9/11/2016). Foto: Idham Khalid
Nusa Dua - Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti menjadi keynote speaker di Sidang Umum (SU) Interpol ke-85 di Bali. Susi menyampaikan materi tentang illegal fishing di hadapan sekitar 1.500 peserta dari 165 negara.

"Interpol salah satu badan dari banyak badan yang dibentuk untuk tujuan yang sangat mulia, sangat dibutuhkan dalam tatanan globalisasi yang makin kencang," kata Susi dalam jumpa pers usai menjadi pembicara utama SU Interpol di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Rabu (9/11/2016).

Susi menuturkan, saat ini pola tindak kriminalitas semakin canggih dan kian melibatkan banyak negara. Karena itu perlu kerja sama antara negara guna menangani illegal fishing.

"Di sini saya sharing pengalaman kita dalam keseriusan kita dan ketegasan kita dalam melawan illegal fisihing. Illegal fishing bukan hanya sekadar pencurian ikan," ujarnya.

Dalam dua tahun ke belakang, lanjut Susi, pihaknya melakukan analisa, investigasi, dan melakukan penindakan. Dari situ, pihaknya menemukan fakta illegal fishing lebih dari sekadar pencurian ikan.

"Melibatkan banyak negara. Satu kapal, krunya bisa dari berbagai negara. Benderanya di satu kapal bisa dari 20 negara. Memang melibatkan multi nasional dan sebaiknya Interpol mengambil peran yang penting dan sangat dibutuhkan dalam hal ini," tuturnya.

Menurut Susi, Indonesia bisa begitu tegas dan kuat karena visi pemerintah. Presiden Joko Widodo memberikan dukungan politik penuh sebagai pimpinan negara dalam menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

"Sehingga itu terlaksana. Tapi, bagi banyak negara itu tidak mudah. Bagi kita awalnya juga enggak mudah, karena praktik illegal fishing ini enggak hanya sekadar pencurian ikan," ujarnya.

Susi menambahkan, illegal fishing melibatkan uang yang sangat besar dan keuntungan yang luar biasa. Tidak hanya perikanan, tapi juga people smuggling dan narkoba, miras, rokok, dan sebagainya yang diselundupkan antar negara.

"Jadi hari ini kita share, dan mereka sangat antusias. Apalagi mereka dengar Satgas 115 di mana semua badan bisa bekerja sama di situ dari Polisi Air, Pol Laut, AU, Kejaksaan, Kalakhar, Bakamla, dan lainnya," ujarnya.

"Jadi ini contoh Satgas yang diinginkan oleh banyak negara. Bahkan tadi saya keluar diikuti bapak polisi dari Afrika. Beberapa dari mereka mau culik saya (untuk) dibawa ke negaranya. Untuk menangani illegal fishing di sana," tambahnya.
(idh/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed