"Mereka menyampaikan, 'Pak kalau boleh kami minta Bapak jangan pulang dulu (bebas pulang ke rumah).' Saya bilang, 'Enggak bisa, saya sudah waktunya pulang'," kata Antasari saat berbincang di LP Kelas I Tangerang, Jl Veteran, Kota Tangerang, Banten, Selasa (8/11/2016).
Para napi tak rela Antasari meninggalkan LP Tangerang pada 10 November besok, karena napi merasa bakal kehilangan tempat berkeluh kesah dan bercurah hati. Antasari berujar, dirinya selama ini sering menerima curhatan soal hukum hingga soal pribadi dari napi.
"Kadang-kadang mereka curhat masalah hukumnya. Jadi saya berpikir Allah itu Maha Besar, saya ditempatkan di sini untuk apa, nah saya memberikan pencerahan kepada mereka untuk menguatkan mereka. Kadang mereka curhat bukan masalah hukum saja, masalah pribadi keluarga juga," tutur Antasari.
Bui adalah tempat orang banyak masalah, maka tak heran curahan hati para napi juga bermacam-macam. Masalah keluarga misalnya, para napi sering curhat ditinggal pasangan hidupnya setelah sekian lama suami masuk ke balik jeruji besi. Namun Antasari menasihati bahwa Tuhan Yang Maha Esa tak menghendaki perceraian. Dialog dilakukan, bahkan terhadap istri napi, maka pasangan suami istri tak jadi bercerai.
Antasari memetik kesimpulan bahwa tak semua napi adalah orang yang kehilangan nurani kemanusiaan. Mereka-mereka yang di balik jeruji besi sama saja, tetap manusia yang punya perasaan. "Anda bisa merasakan sendiri kalau Anda masuk ke belakang, enggak ada wajah-wajah angker," kata Antasari.
Memberi penyuluhan hukum, konseling persoalan keluarga, hingga pelatihan perawatan dan pemandian jenazah dia lakukan. Keakraban dengan suasana LP Tangerang ini membuatnya tak berat untuk memberi uang untuk kegiatan para napi, misalnya perlombaan futsal, basket, atau voli. Antasari merasakan kepuasan batin setelah memberi duit untuk para napi.
"Saya enggak segan-segan memberi hadiah dari uang pribadi. Ya kalau dipikir secara ekonomi, kenapa uang saya gunakan, kenapa enggak disimpan saja, tapi saya merasa ada kepuasan batin," kata Antasari yang suka melihat para napi berolahraga ketimbang menjadi pecandu narkoba.
Dia adalah koordinator kegiatan napi di sini. Sebagai pemuka di kalangan napi, dia juga bertugas memastikan semua napi tak bentrok satu sama lain.
(dnu/dnu)











































