Catatan Ketum PPP soal Pilpres AS: Capres Bukan Hanya Hillary vs Trump

Laporan dari AS

Catatan Ketum PPP soal Pilpres AS: Capres Bukan Hanya Hillary vs Trump

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 08 Nov 2016 23:26 WIB
Catatan Ketum PPP soal Pilpres AS: Capres Bukan Hanya Hillary vs Trump
Fraksi PPP DPR Meninjau Pilpres AS (Foto: Ahmad Toriq/detikcom)
Jakarta - Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) digelar. Meski sorotan utama tertuju pada persaingan capres Hillary Clinton versus Donald Trump, namun sebenarnya ada calon lain yang berlaga.

"Pilpres AS diikuti oleh empat kontestan yaitu Hillary Clinton (Democrat), Donald Trump (Republic), Jill Stein (Green), dan Gary Johnson (Libertarian). Empat calon ini ternominasikan dari 1.780 kandidat yang mendaftar sampai 1 November 2016 ke KPU AS," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) di sela kunjungan di AS, Selasa (8/11/2016).

Namun memang yang dominan adalah Hillary dan Trump, karena dinominasikan oleh partai politik dominan di AS. Semua calon mencoba memberi solusi terhadap persoalan Negara Paman Sam itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Isu yang mengemuka terbagi atas tiga kelompok, yakni 21 isu domestik, sembilan isu ekonomi, dan delapan isu luar negeri," kata Romi.

Isu domestik diantaranya soal aborsi, perlakuan atas kulit hitam, reformasi birokrasi, kebebasan sipil, perubahan iklim, amandemen undang-undang dasar, kriminalitas, pendidikan, energi dan lingkungan, pengendalian epidemi, subsidi pemerintah, pengendalian senjata, kesehatan, imigrasi, infrastruktur, LGBT, pembangunan desa, sampai dengan narkoba, pemberantasan virus zika dan mariyuana.

Isu luar negeri diantaranya kebijakan umum luar negeri, program nuklir khususnya Iran, ISIS dan antiterorisme, pengiriman militer AS dan penanganan veteran, keamanan nasional, soal Korea Utara, hubungan dengan Rusia, pengungsi Suriah, teknologi, dan keamanan cyber.

Isu ekonomi diantaranya pertanian dan ekonomi, anggaran, buruh dan lapangan kerja, perpajakan, trans pacific partnership, serta kebijakan bursa dan perbankan.

50 Negara bagian ikut dalam Pilpres AS. Namun hanya 12 negara bagian yang diperkirakan menjadi fokus, yakni Florida, Nevada, Colorado, Arizona, Iowa, Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, Ohio, North Carolina, Virginia dan New Hampshire. Pertarungan nyata akan terjadi di Florida karena electoral vote yang besar, yakni 29 dari 538 electoral vote.

"38 Negara bagian kemungkinan besar sudah 'dimiliki' oleh Hillary dan Trump. 12 Negara bagian, diperkirakan menjadi swing state, berdasarkan kecenderungan masa lalu, peta demografis, dan polling-polling terakhir yang begitu ketat karena selisih keduanya dalam rentang margin of error," kata Romi

Untuk menang sebagai presiden AS, kandidat harus mampu menang di setidaknya 270 dari 538 electoral vote di 50 negara bagian. Pada umumnya, kandidat yang sudah menang di popular vote (suara pemilih), umumnya juga menang di electoral vote juga. Meski pernah pada saat pertarungan George Bush Jr versus McCaine 2004 hal tersebut terjadi sebaliknya, sampai berakhir di sengketa pemilu di Mahkamah Agung AS.

Fraksi PPP DPR memang melakukan kunjungan kerja ke AS. Mereka terdiri dari Romi selaku Ketua Umum, Reni Marlinawati selaku Ketua Fraksi, Amir Uskara selaku Sekrataris Fraksi, Saifullah Tamliha selaku Ketua DPP PPP Bidang Luar Negeri, Dony Ahmad Munir selaku Wasekjen Fraksi PPP Bidang Ekonomi dan Keuangan.

(dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads