Polri Kerjasama Soal Narkotika Hingga Curanmor dengan Kepolisian Timor Leste

Polri Kerjasama Soal Narkotika Hingga Curanmor dengan Kepolisian Timor Leste

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 08 Nov 2016 20:32 WIB
Polri Kerjasama Soal Narkotika Hingga Curanmor dengan Kepolisian Timor Leste
Suasana pembukaan sidang interpol di Nusa Dua, Bali (Foto: Idham Kholid-detikcom)
Nusa Dua - Polri melakukan kerjasama bilateral dengan berbagai kepolisian negara delegasi di Sidang Umum Interpol. Hingga hari ketiga, Polri sudah menjalin kerjasama bilateral dengan 11 kepolisian negara luar.

Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Johanes Asadoma mengatakan, pada hari Minggu (6/11), Polri yang dipimpin Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengadakan pertemuan bilateral dengan Kepolisian Australia dan Tiongkok.

Sementara pada Senin (7/11), Tito memimpin pertemuan bilateral dengan Kepolisian Timor Leste dan Bangladesh. Sementara hari ini, Wakapolri Komjen Syafruddin memimpin pertemuan bilateral dengan tujuh kepolisian negara sahabat yaitu Jerman, Turkey, Vietnam, Sudan, Peru, AS dan liga Arab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang dibahas dalam billateral meeting, peningkatan kerjasama dalam kejahatan transnasional. Itu berbagai negara punya spesifikasi tertentu," kata Johanis dalam jumpa pers di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (8/11/2016).

Seperti dengan Kepolisian Timor Leste, lanjutnya, Polri meningkatkan kerjasama di bidang narkotika. Sebab, arus barang haram itu bergerak melalui Timor Leste ke Timor Barat, lalu masuk ke Indonesia seperti daerah Jawa dan lainnya.

"Karena hukum di Timor Leste masih belum keras seperti di Indonesia. Kejahatan maksimal untuk narkotika 10 tahun. Ini dimanfaatkan pelaku menggunakan Timor Leste sebagai pintu masuk menyelundupkan narkotika," ujarnya.

Dikatakannya, perbatasan darat Timor Leste dengan Indonesia sangat panjang. Banyak jalur tikus yang digunakan sindikat untuk selundupkan narkotik. Sehingga kerjasama ke depan harus ditingkatkan.

Tidak hanya tentang kejahatan transnasional, kata Johanis, kerjasama dengan kepolisian Timor Leste juga soal kejahatan konvensional seperti masalah lintas batas dan pencurian kendaraan bermotor.

"Banyak kendaraan bermotor dari Indonesia dibawa ke Kupang, lalu masuk ke Timor Leste. Ketika masuk ke Timor Leste, enggak bisa masuk lagi ke Indonesia. Kalaupun kita tahu barang itu di sana, sulit untuk mengambil barang itu. Perlu kerjasama dalam investigasi," paparnya. Karena itu, kedua kepolisian negara sepakat membentuk tim khusus.

Hal lain yang disepakati adalah peningkatan kerjasama dalam meningkatkan kapasitas. Tahun ini, lebih dari 100 anggota polisi Timor Leste mengikuti pendidikan di Polri, baik itu bidang reserse, lalu lintas, forensik, maupun intelijen. Pelatihan dan pendidikan itu dilakukan secara bergelombang.

"Satu gelombang 10-15 orang. Kita sepakati Kapolri tetap dukung dan tingkatkan kerjasama ini agar kemampuan SDM Kepolisian Timor Leste meningkat, maka pemberantasan kejahatan tersebut mudah dilakukan," paparnya.

Selain itu, kerjasama regional berupa penandatanganan MoU antara organisasi kepolisian negara-negara Asia (Asenapol) dengan organisasi polsi negara-negara Eropa (Europol) juga dilakukan hari ini. Kerjasama ini akan terus ditingkatkan.

"Karena kejahatan terus berkembang, maka SDM Polri harus ditingkatkan melalui pertemuan-pertemuan bilateral maupun yang lainnya," urainya.

(idh/rna)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini