Anies tiba pukul 17.00 WIB di jalan Mawar Gang 7, RT 09 RW 06 Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara Selasa (8/11/2016). Ratusan masyarakat yang telah menunggunya di depan gang langsung berebut untuk bersalaman dengannya.
"Selamat datang Pak Anies, hidup nomor 3, semoga terpilih menjadi gubernur," teriak salah seorang warga dari pinggir kerumunan sambil mengangkat 3 jari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
Diantara kerumunan warga, juga terdapat sekelompok anak kecil yang mengikuti Anies. Mereka kemudian diminta seorang warga untuk pulang ke rumah.
"Woi anak kecil pulang, nggak usah ikut-ikut," teriak seorang warga.
Saat tiba di tempat kampanyenya, hujan deras kemudian turun. Seketika warga dan pengawal panik mencari payung untuknya. Anies kemudian berteduh di teras rumah salah seorang warga. Di situ dia memulai penyampaian visi dan misi.
"Alhamdulillah berkah hari ini menandai pertemuan kita semua. Ini hujan deras, insya Allah berkah menandai pertemuan kita," ujar Anies mengawali sambutannya.
Pukul 17.45 WIB, Anies berserta romobongan langsung menuju lokasi kampanye terakhir di RT 07 RW 08, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Dia tiba 10 menit sebelum batas waktu kampanye yang telah di tetapkan oleh KPU (pukul 18.00 WIB).
Kepada warga, Cagub nomor urut 3 ini memohon maaf atas keterlambatannya yang diakibatkan waktu yang bergeser. "Saya mohon maaf karena jadwal kegeser-geser, ini sebentar lagi jam 6, kalau sudah jam 6 saya tidak boleh ngomong kampanye lagi, nanti saya di semprit bapak ibu," kata Anies kepada warga.
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
Tidak banyak yang disampaikan Anies kepada warga, dia hanya menyampaikan pandangan umum dari visi dan misi selama 5 menit. Dia juga kembali mensosialisasikan nomor handhone untuk menerima saran dari masyarakat.
"Bapak ibu sayang kendala waktu, kita akhiri, tapi sebelum saya akhiri kita foto bareng dulu ya," tutup Anies di kampanyenya hari ini.
(imk/imk)












































Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom