Rano Kenang Sulitnya Hidup di Masa Lalu dan Berharap Warga Resapi Perubahan

Pilgub Banten 2017

Rano Kenang Sulitnya Hidup di Masa Lalu dan Berharap Warga Resapi Perubahan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 08 Nov 2016 18:15 WIB
Rano Kenang Sulitnya Hidup di Masa Lalu dan Berharap Warga Resapi Perubahan
Foto: Bahtiar Rivai/detikcom
Cilegon - Hari ini, cagub Rano Karno berkampanye keliling Kota Cilegon, Banten. Mulai dari sentra usaha pengrajin batik, pengrajin pembuatan kasur dan busa, sampai ke kelompok peternakan kambing Etawa.

Dalam sebuah kesempatan berdiskusi dengan warga Jombang Wetan, Kota Cilegon, cagub nomor urut 2 ini mengajak masyarakat untuk meresapi arti perubahan bagi masyarakat Cilegon dan warga Banten secara keseluruhan.

"Memang benar bahwa Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya," kata Rano Karno saat membuka pembicaraan didepan ibu-ibu dan tokoh masyarakat di Jombang Wetan, Cilegon, Selasa (8/11/2016).

Rano berkisah dirinya yang sekarang sampai menjadi gubernur definitif di Banten bukanlah lahir dari keluarga yang kaya raya. Ia bercerita bahwa saudara-saudaranya lahir di daerah Senen, Kemayoran. Daerah yang menurut Rano adalah tempat yang tidak begitu miskin namun di situlah kumpul berbagai jenis orang.

"Saya itu lahir di Kemayoran. Bayangkan saya lahir di daerah Pasar Senen. Itu dulu terkenal daerahnya jawara Jakarta. Yang namanya bajingan, rampok, garong ada di situ. Saya lahir di daerah itu. Dari keluarga yang miskin nggak. Tapi makan sepiring berlima itu biasa setiap hari," kata Rano bercerita mengenai tempat kelahirannya.

Sehari-hari menurutnya ia harus makan sepiring berlima bersama adiknya Suti Karno. Ia mengaku tidak mengeluh, meskipun makan seperti kucing dan berebut bersama Suti.

"Makan kita udah seperti anak kucing, rebutan sama si Atun, makanya dia gendut sendiri," kata Rano. Mendengar cerita tersebut, sontak ibu-ibu yang hadir merasa aneh dan terkejut sambil tertawa karena mendengar Rano berkelakar soal sosok Atun yang begitu terkenal di film Si Doel Anak Sekolahan.

Menurut Rano, tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup. Asalkan ada niat, ada keinginan warga Banten bisa lebih maju ke depannya. Termasuk juga kemajuan provinsi yang baru didirikan 16 tahun lalu ini.

"Jadi kalau seumur hidup mau maju, jangan berdiri di tempat. Walaupun setiap hari barangkali 2 langkah, tapi pasti sampai jika kita kalau mau jalan," kata Rano.

Rano Kenang Sulitnya Hidup di Masa Lalu dan Berharap Warga Resapi PerubahanFoto: Bahtiar Rivai/detikcom

Rano menambahkan, tugas seorang gubernur adalah perwakilan dari pemerintah pusat yang ada di daerah. Selama 5 tahun berada di Banten dan menjadi gubernur definitif selama satu setengah tahun, ia merasa provinsi Banten sudah ada kemajuan dan perubahan. Perubahan di Banten semakin terlihat, indeks pembangunan manusia setiap tahun di Banten selalu membaik. Meskipun menurutnya harus ada evaluasi di beberapa hal.

"Saya berharap saya bisa dikasih kesempatan lagi untuk melanjutkan perjalanan di Banten, minimal saya ingin menyelesaikan 12 proyek nasional yang dikasih pak Jokowi. Itulah salah satu tujuan dan saya ingin ibu-ibu menyetujui," ujar Rano Karno.
Halaman 2 dari 2
(bri/trw)


Berita Terkait