Jokowi langsung melakukan langkah-langkah konsolidasi setelah pecahnya kerusuhan yang telah mencoreng marwah demokrasi di Indonesia. Ia keliling menyambangi tokoh agama dan aparat TNI/Polri.
Dengan kerendahan hati, Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tokoh agama yang telah menjaga kesejukan selama berlangsungnya aksi massa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Jokowi juga meminta masukan dan kritik yang bersifat membangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kontroversi video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang surat Al Maidah 51 yang menjadi sorotan publik, Jokowi bahkan menegaskan komitmennya untuk tidak melindungi Ahok.
Berikut 5 kisah Jokowi:
TNI Jangan Tolerir Gerakan Adu Domba
|
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
|
Pengarahan dilakukan di lapangan Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin 7 November 2016. Apel dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hadir pula Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana dan Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan.
"Pertama, saya ingin sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras perwira dan jajaran prajurit TNI dalam amankan aksi unjuk rasa Jumat kemarin," kata Jokowi dalam arahannya.
Jokowi secara tegas memberikan perintah langsung agar TNI tak menoleransi pemecah belah bangsa.
"Sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya telah memerintahkan agar tidak mentolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi!" kata Jokowi di Lapangan Markas Besar TNI AD, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).
Nada bicara Jokowi agak meninggi saat menyampaikan hal tersebut. Sebelumnya, Jokowi juga telah mengucapkan terima kasih kepada prajurit TNI yang ikut mengamankan unjuk rasa pada Jumat, 4 November 2016.
"Jangan ragu bertindak untuk keutuhan RI," imbuh Jokowi.
PBNU Penyangga Utama Kebhinnekaan
|
Foto: Agung Pambudhy
|
"Pertama saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya karena NU telah menjadi penyangga utama kesatuan RI kita, penyangga utama Pancasila, penyangga utama kebhinekaan kita, penyangga utama hal-hal yang terkait dengan toleransi," ujar Jokowi di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).
NU dipandang Jokowi telah memperkuat persatuan bangsa. Jokowi dan para pimpinan PBNU juga bicara tentang toleransi.
"Yang kedua, saya sampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus NU sampai ke daerah yang telah memberikan pernyataan-pernyataan yang mendinginkan suasana," ujar Jokowi.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyampaikan sejumlah masukan dan kritik untuk pemerintahan Jokowi.
PBNU mengapresiasi demo 4 November. Aqil mengatakan, kepemimpinan adalah teladan yang baik (Uswatun hasanah), tidak berujar kalimat kotor yang menimbulkan kontroversi. Ia juga meminta aparat untuk menindak provaktor yang menimbulkan kericuhan pada saat demo 4 November berlangsung.
"Adapun kericuhan ditimbulkan kami tidak yakin itu ditimbulkan pengunjuk rasa damai. Kami justru menengarai dilakukan oleh kelompok yang ingin merusak dan niat suci dari aksi damai 4 November," imbuhnya.
Ketiga, Said Aqil menuturkan, PBNU menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyat. Ia meminta pemerintah untuk melakukan dialog dengan tokoh agama untuk menimbulkan suasana negara yang kondusif.
Polri Usut Aktor Politik Tunggangi Demo
|
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
|
"Terima kasih untuk tanggal 4 November 2016 lalu sehingga tertib dan damai sampai Magrib, saya juga ingin sampaikan simpati mendalam kepada anggota Polri dan TNI yang menjadi korban kekerasan dalam jalankan tugas," kata Jokowi di Auditorium STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2016).
"Pada saat itu tadi Kapolri sudah sampaikan ada 18, ada yang kena bambu runcing ada yang kena panah," ujar Jokowi menambahkan.
Menurut Jokowi, Polri adalah instansi yang sangat besar. Oleh sebab itu, menurut Jokowi seharusnya Polri jangan sampai kalah dengan kelompok-kelompok kecil. Dia juga menyampaikan evaluasi terkait pengamanan demo Jumat, 4 November lalu itu. Salah satunya adalah mengenai persiapan pengamanan yang perlu ditingkatkan.
Selain itu, Jokowi menegaskan pengusutan terhadap aktor politik yang diduga menunggangi demo 4 November hingga berakhir ricuh, masih dilakukan. Pengusutan dilakukan oleh Polri.
"Dua-duanya, kalau nanti Polri sudah menemukan bukti-buktinya," kata Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah dia akan mengungkap identitas si aktor politik atau meminta penegak hukum melakukan penelusuran.
Atas evaluasi dari Jokowi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan jajaran Polri setia membela negara. "Gajah Mada terkenal dengan pasukan Bhayangkaranya yang setia membela negara. Setuju," kata Tito yang kemudian disambut teriakan setuju oleh para anggota Polri yang hadir di auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu.
Muhammadiyah Ikut Beri Kesejukan
|
Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
|
"Saya sampaikan penghargaan tinggi, apresiasi tinggi PP Muhammadiyah dari pusat ke daerah yang ikut beri kesejukan yang ikut mendinginkan suasana sebelum demo tanggal 4 November yang lalu maupun pada saat demo pada tanggal 4 November yang lalu," kata Jokowi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016).
Hal itu disampaikan Jokowi dengan didampingi oleh Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Mensesneg Pratikno. "Kita memberikan penghargaan yang tinggi karena demo pada saat itu berjalan dengan tertib dan damai," tambahnya.
Jokowi dan Muhammadiyah juga berbincang tentang proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Dia menegaskan tidak melindungi Ahok dan proses akan tegas dan transparan.
Ada pula pembahasan soal ekonomi kerakyatan. Jokowi berharap ada aksi konkrit yang bisa diterapkan di lapangan.
"Yang keempat juga yang berkaitan dengan politik Islam. Tadi juga diusulkan dari PP Muhammadiyah agar ini bisa dikerjakan bersama-sama antara pemerintah dengan Muhammadiyah sehingga bisa memberikan ruang dan saluran-saluran politik bagi umat Islam dan bisa mengembangkannya dengan baik," ungkap Jokowi.
Komitmen Tidak Lindungi Ahok
|
Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
|
"Bahwa proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama dilakukan dengan tegas dan transparan dan juga saya tekankan bahwa saya tidak akan melindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk proses hukum," kata Jokowi.
Ahok sudah menjalani dua kali pemeriksaan oleh Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI. Dia diperiksa terkait video pidatonya di Kepulauan Seribu pada September lalu yang diduga telah menistakan agama.
Dalam kasus tersebut, Bareskrim selain telah memeriksa Ahok juga mendengarkan keterangan 25 saksi. Rencananya hari ini hingga Kamis lusa, Bareskrim masih akan memeriksa sejumlah saksi.
Setelah semua saksi diperiksa, maka akan Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara. Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa gelar perkara kasus Ahok akan dilakukan secara terbuka dan disiarkan langsung oleh media elektronik.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta semua pihak menghormati komitmen Jokowi
dalam kasus yang diduga menjerat Ahok.
Haedar berharap pihak kepolisian dapat mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok secara konsisten. "Kita berharap itu (perintah presiden) laksanakan dengan konsisten. Kita berharap juga polisi tidak perlu mengembangkan tafsir-tafsir yang bisa justru menambah keraguan atau menimbulkan eskalasi baru mengenai pengusutan kasus ini," tegas Haedar.
"Ikuti apa yang jadi garis dari Presiden," lanjutnya.
Halaman 2 dari 6











































