Anies tiba pukul 12.00 WIB di Jalan F Raya Gang L, RT 10 RW 02, Kelurahan Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara Selasa (8/11/2016). Saat itu ratusan murid SDN Rawa Badak Utara 23 Pagi hendak pulang menuju ke rumah. Melihat Anies yang berkunjung dekat sekolah mereka, siswa dan siswi itu kemudian berebut menghampiri Anies untuk berjabat tangan.
"Yeee Pak Anies," teriak anak-anak itu dengan ceria sambil menghampiri Anies.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
Anies kemudian menyalami anak-anak tersebut sambil tersenyum. Kondisi gang yang sempit seketika menjadi ramai kerumunan anak SD yang mengikutinya ke tempat kampanye. Namun anak-anak ini dilarang masuk ke area kampanye cagub nomor urut 3 tersebut.
"Anak-anak tidak boleh ikut masuk, anak-anak sampai di sini," teriak seorang penanggung jawab kampanye ke kerumunan anak-anak.
Kepada warga Rawa Badak, Anies bejanji akan memperhatikan kegiatan warga jika terpilih menjadi Gubernur. Majelis taklim, PKK, serta berbagai program RT dan RW akan menjadi perhatian khusus.
"Kegiatan-kegiatan di kampung-kampung, RT RW, PKK, majelis taklim, semua akan kita perhatikan dan urus kegiatannya," katanya saat menyampaikan visi dan misi.
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
Warga menyampaikan berbagai keluh dan kesahnya ke Anies. Di antara mereka ada yang takut akan program PPSU yang ada saat ini akan dihapuskan jika Gubernur DKI Jakarta nantinya diganti.
"Dengan adanya KJP dan petugas PPSU yang ada saat ini, ini menjadi ketakutan beberapa warga kami jika nantinya dihapus kalau sudah berganti gubernur," ujar seorang warga ke Anies.
Menanggapi pernyataan tersebut, Anies berjanji akan melanjutkan setiap program bagus yang saat ini berjalan. "PPSU akan terus, jangan khawatir. Kita tidak akan berhentikan, dan akan ditambah. Nanti mereka akan dilatih wirausaha pengolahan sampah," jawab Anies kepada warga.
Pukul 13.00 Anies meninggal lokasi kampanye menuju sebuah masjid untuk shalat zuhur. Sebelumnya, ratusan warga yang mayoritas ibu-ibu saling berebut untuk berfoto dengannya (imk/imk)












































Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom