"Kita kenalkan batik ke sasaran high-end yakni kalangan diplomatik, pejabat pemerintah, organisasi internasional, operator pariwisata, pebisnis, dan kalangan media, dengan Menteri Kebudayaan dan Komunikasi Senegal Mbagnick Ndiaye sebagai tamu kehormatan," ujar Dubes RI untuk Senegal Mansyur Pangeran kepada detikcom, Senin (7/11/2016).
Sebagai Ambassadrices de la Beaute Senegalaise (Duta Kecantikan Senegal, red), keenam finalis Miss Senegal 2016 itu masing-masing menampilkan busana batik Indonesia rancangan Batik Susilowati George Gerban, pasangan diaspora berbasis di Dubai
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dubes, pemakaian busana batik pada final pemilihan Miss Senegal 2016 merupakan permintaan khusus dari Presiden Komite Miss Senegal Amina Badiane kepada pihaknya. Bahkan sebelumnya Badiane menunjukkan hasrat mengundang Ibu Mooryati Soedibyo untuk hadir sebagai tamu kehormatan.
Pada kesempatan tersebut Dubes menjelaskan batik sebagai identitas nasional Indonesia telah diakui oleh UNESCO dan mengajak putra-putri Senegal untuk memanfaatkan beasiswa tahunan untuk seni budaya dari pemerintah Indonesia, yakni beasiswa Darmasiswa dan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
Dubes juga mengapresiasi kerja sama bilateral Indonesia-Senegal di bidang militer. Sejauh ini Senegal telah membeli 2 pesawat CN-235 buatan PTDI Bandung. Pesanan CN-235 berikutnya akan selesai dalam waktu dekat.
"Di bidang ekonomi, kerja sama perdagangan masih perlu terus ditingkatkan, karena total volume perdagangan kedua negara belum mencerminkan potensi yang sebenarnya," demikian Dubes.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Komunikasi Senegal Mbagnick Ndiaye dalam pidato balasannya mengatakan bahwa sejarah hubungan Indonesia-Senegal tidak dapat dilepaskan dari Konferensi Asia Afrika 1955, yang merupakan momentum bagi negara-negara Asia Afrika untuk merdeka.
Di samping itu, keterlibatan aktif kedua negara dalam berbagai fora multilateral seperti PBB, WTO, MNS dan G77 memungkinkan untuk saling bertukar pengalaman terbaik dalam bidang diplomasi, ekonomi, perdagangan, investasi dan kerja sama teknis.
"Hubungan kedua negara juga diperkuat dengan adanya pelatihan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada aparatur Senegal dalam bidang pertanian, kesehatan publik dan teknik diseminasi informasi," pungkas Menteri Ndiaye.
Selain Batik Fashion Show juga diperkenalkan kuliner Indonesia, eksposisi berbagai benda budaya dari patung sampai beragam produk batik dan aksesoris dengan hiburan Tari Merak dan Tari Lancang Kuning yang dipersembahkan oleh masyarakat Indonesia di Dakar. (es/tfq)











































