Mendikbud: Pelajaran Sejarah Lebih Menarik Jika Dipanggungkan

Mendikbud: Pelajaran Sejarah Lebih Menarik Jika Dipanggungkan

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Senin, 07 Nov 2016 20:56 WIB
Mendikbud: Pelajaran Sejarah Lebih Menarik Jika Dipanggungkan
Mendikbud Muhadjir Effendy (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto)
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyebut pelajaran sejarah sering menjadi pelajaran yang membosankan bagi siswa. Menurutnya, belajar sejarah akan lebih menarik jika diterapkan dalam konsep role playing atau bermain peran.

Muhadjir mengatakan, sejarah harus menjadi pembangunan karakter bagi generasi kini. Dengan menerapkan konsep bermain peran, misalnya dengan teater atau drama sejarah, dia menilai siswa akan lebih mampu meresapi pesan moral dari suatu peristiwa di masa lampau.

"Sejarah itu akan mudah dihayati oleh anak-anak dengan berbagai macam metode salah satunya untuk penghayatan makna sejarah terutama dalam rangka pendidikan karakter adalah role playing," kata Muhadjir di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bermain peran tentang berapa episode sejarah bisa dipanggungkan oleh anak-anak di bawah bimbingan guru," imbuhnya.

Dengan bimbingan guru, tentunya siswa bisa mengetahui sejarah secara selurus-lurusnya. Memanggungkan sejarah, lanjut Muhadjir, tidak hanya sebatas bagian dari ekstrakurikuler tapi menjadi metode ajar dari setiap guru.

"Kemudian guru menjelaskan tentang nilai-nilai apa yang ada di balik tangan mereka. Tadi salah satu metode saja role playing, bermain peran. Sekarang kan sudah mulai ada sekolah-sekolah yang diujicobakan, nanti-nanti tidak ada pemisahan antara intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Semua penting," ujar dia. (wsn/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads