Tularkan Semangat Bung Karno, Menko Puan: Kembalilah Menjadi Bangsa Samudera

Tularkan Semangat Bung Karno, Menko Puan: Kembalilah Menjadi Bangsa Samudera

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Senin, 07 Nov 2016 18:34 WIB
Tularkan Semangat Bung Karno, Menko Puan: Kembalilah Menjadi Bangsa Samudera
Foto: M Aminudin/detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berpesan kepada bangsa Indonesia bahwa sejarah bahari yang gemilang tak menjadi kejayaan di masa lalu. Sejarah harus mengambil peran sebagai pondasi membangun kegemilangan baru di masa depan.

"Sejarah merupakan cerminan dinamika sebuah bangsa yang berbudaya. Dengan mempelajari sejarah orang bisa mempelajari faktor-faktor maju atau mundurnya suatu bangsa sehingga bisa membangun masa depan," kata Puan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

Puan menyampaikan hal itu dalam pembukaan Konvensi Sejarah Nasional X dengan tema "Budaya Bahari dan Dinamika Kehidupan Bangsa dalam Perspektif Sejarah. Turut hadir dalam acara ini Mendikbud Muhadjir Effendy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip pernyataan proklamator yang juga kakeknya, Puan melanjutkan, visi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia seharusnya bisa segera terwujud. Menurutnya Indonesia adalah laut di antara pulau-pulau, sehingga potensi yang dihadirkan dari dunia bahari sangat besar untuk dimanfaatkan.

"Konvensi ini merupakan upaya kita untuk menempatkan sejarah sebagai pembangun karakter secara proporsional bukan hanya jadi buah bibir tapi menjadi peran dan perilaku yang baik untuk masa depan. Sejarah telah mencatat bahwa bangsa kita maritim yang memiliki potensi laut yang luar biasa," beber dia.

"Soekarno tahun 1963 menyatakan kembalilah menjadi bangsa samudera. Seruan itu penting dilakukan untuk mendukung program pemerintah menjadikan bangsa ini poros maritim dunia," imbuhnya.

Ia berharap konvensi ini bisa menghadirkan gagasan terbaik untuk dunia bahari Indonesia. Selain itu, Ia juga menekankan bahwa peran sejarah juga penting untuk memupuk rasa nasionalisme masyarakat Indonesia.

"Sudah banyak sekali hal monumental dalam konvensi sejarah nasional. Saya berharap bahwa apa yang menjadi misi ini dapat berguna bagi bangsa Indonesia khususnya bagi dunia maritim," ujarnya.

"Rasa nasionalisme sedikit demi sedikit terkikis karena tidak menghargai bagaimana sejarah itu sendiri. Jadi kita harus kembali membuka lembaran sejarah untuk mengerti dan memupuk rasa tersebut," sambung Puan.

(wsn/tfq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads