Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, jumlah korban tersebut berdasarkan data Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan Pemprov DKI.
"Yang dirawat di RS Budi Kemuliaan ada 160, kemudian di rumah sakit lainnya ada 90, ini tersebar. Kemudian yang ditangani Biddokes Polda Metro Jaya ada 100," jelas Awi dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awi melanjutkan, dari 350 orang tersebut, hanya tinggal tersisa 13 orang yang masih dirawat di rumah sakit, di antaranya di RSPAD, RS Polri dan RS Pelni.
"Kemudian H+3 kemarin, kami mengecek ke rumah sakit-rumah sakit yang saya sampaikan tadi, mereka bahwasannya tinggal 2 anggota masyarakat yang dirawat di RSPAD, kemudian ada 1 anggota Polri di RSPAD, kemudian 1 di RS Pelni dan 9 di RS Polri," sambung Awi.
Dari 9 anggota polisi yang dirawat di RS Polri, salah satunya mengalami luka cukup parah akibat tindakan anarkis massa.
"Itu lumayan serius perlu perawatan dan perlu waktu karena tadi saya sampaikan, ada yang patah-patah, ada yang luka terbuka termasuk salah satunya ada yang perutnya ditusuk pakai bambu sehingga sobek," papar Awi.
Selain itu, aksi demo juga mengakibatkan 21 kendaraan mengalami kerusakan akibat dipukul batu hingga dibakar.
"Kendaraan ada sekitar 21 berbagai macam, kendaraan yang terparkir termasuk kendaraan TNI juga, 3 yang dibakar," pungkas Awi. (mei/rvk)











































