"Bukti-bukti kita menunjukkan bahwa bangsa kita pernah merajai laut. Kita bisa kembali menjadi poros maritim seperti visi bangsa ini. Apakah kita hanya mau menjadikan itu romantisme masa lalu saja?," ujar Muhadjir di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).
Muhadjir menyampaikan hal itu dalam pembukaan Konvensi Sejarah Nasional X dengan tema "Budaya Bahari dan Dinamika Kehidupan Bangsa dalam Perspektif Sejarah. Turut hadir dalam acara ini Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konvensi yang terdiri dari ragam kalangan tujuannya adalah ingin mendekatkan sejarah bukan saja sebagai ilmu yang melanglang jauh di masa lampau. Sejarah juga jadi titik tolak pendidikan karakter generasi mendatang," ungkapnya.
Laut, kata Muhadjir, seharusnya betul-betul menjadi penyelamat bangsa ini. Layaknya generasi terdahulu seperti masyarakat Kerajaan Sriwijaya yang menjadi pusat maritim dunia.
"Sebagai bangsa yang punya ribuan pulau sudah sewaktunya kita menjadikan laut sebagai penghubung. Sejarah bukan hanya perbincangan masa lalu yang romantis tapi bisa menggali nilai-nilai untuk mengingatkan kembali bahwa kita punya kebanggaan sejarah yang telah dibuat orang-orang sebelum kita," beber Muhadjir. (wsn/dhn)











































