"Kami terus melakukan pendalaman penyidikan terhadap tersangka penipuan TP (Taat Pribadi), akhirnya kami menemukan tersangka lain yaitu Vijay. Vijay ini disuatu kegiatan (Dimas Kanjeng Taat Pribadi) adalah EO (event organizer). Setiap kegiatan Taat Pribadi menelpon tersangka Vijay, kemudian tersangka Vijay ini menelpon koordinator K (Karnawi). Koordinator menelpon orang-orang ini untuk dijadikan Abah-Abah atau guru besar," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Raden prabowo Argo Yuwono di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (7/11/2016).
Foto: Maha guru padepokan Dimas Kanjeng/ Jajeli Rois detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir semuanya warga Jakarta. Yang dicari dan dijadikan Abah yang sudah sepuh (tua) dan memiliki jenggot," tuturnya.
"Dari 10 abah, yang kita periksa ke Polda Jatim sebagai saksi ada 7 orang. 2 orang sakit parah dan 1 abah sudah meninggal dunia," terangnya.
10 orang yang dijadikan sebagai Abah yakni, Ratim alias Abah Abdul Rohman. Abdul Karim alias Sulaiman Agung. Murjang alias Abah Nogosoro. Marno Sumarno alias Abah Holil. Atjep alias Abah Kalijogo. Sadeli alias Entong (belum diberi gelar Abah, karena masih baru direkrut). Biwa Sutarno alias Abah Sukarno. Sedangkan dua abah ini mengalami sakit keras yakni Matsani alias Abah Abdul Rohim dan Suganda alias Abah Balkan.
(roi/rvk)












































Foto: Maha guru padepokan Dimas Kanjeng/ Jajeli Rois detikcom