Penampilan Baru Mantan Kapolri Badrodin Haiti yang Berjenggot

Idham Kholid - detikNews
Senin, 07 Nov 2016 17:30 WIB
Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti (Foto: Idham Kholid/detikcom)
Nusa Dua - Setelah lama tak terlihat, mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti hari ini hadir di acara pembukaan Sidang Umum Interpol ke-85 di Bali. Namun, ada yang berbeda dengan penampilan Badrodin setelah purna bakti. Apa itu?

Pantauan detikcom usai acara pembukaan Sidang Umum Interpol di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (7/11/2016). Berbeda saat menjabat Kapolri dulu, Badrodin saat ini tampak memelihara jenggot dan kumis.

Penampilan Baru Mantan Kapolri Badrodin Haiti yang BerjenggotJenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti (Foto: Idham Kholid/detikcom)


"Ini kan tandanya pensiun, kalau belum pensiun belum bisa pakai jenggot," kata Badrodin.

(Baca juga: Badrodin Haiti, Jenderal yang Mudah Dihubungi Wartawan Itu Kini Ingin Bebas)

Soal aktivitas setelah pensiun, Badrodin menuturkan saat ini menyibukkan diri di kegiatan sosial. Salah satunya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Karate Nasional (INKANAS).

"Seperti saya katakan dulu (jelang pensiun), saya sekarang kerja sosial saja. Ya membina olah raga, karate, momong cucu, membina kungfu," ujar Badrodin yang saat ini berdomisili di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan tersebut.

Penampilan Baru Mantan Kapolri Badrodin Haiti yang BerjenggotJenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti, dua dari kiri (Foto: Idham Kholid/detikcom)


Badrodin menjabat Kapolri sejak awal 2015 hingga Juli 2016. Badrodin merupakan Kapolri yang mengeluarkan kebijakan Polwan boleh berjilbab.

Terkait Sidang Umum Interpol, Badrodin mengatakan peserta tahun ini termasuk yang besar di banding tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, ajang tahun ini harus menjadi momentum untuk memecahkan permasalahan kejahatan-kejahatan lintas negara.

"Kita memanfaatkan momentum ini untuk membahas kejahatan transnasional crime yang memang kita menghadapinya masalah terorisme, seperti masalah narkotika," kata Badrodin.

"Ini sebetulnya kita harus bisa memanfaatkan momentum untuk bisa membantu memecahkan masalah-masalah strategis dalam hubungannya dalam negara," sambungnya. (idh/dhn)