Kunjungi Stand Pameran Interpol, Wapres JK Dipandu Kombes Krishna

Kunjungi Stand Pameran Interpol, Wapres JK Dipandu Kombes Krishna

Idham Kholid - detikNews
Senin, 07 Nov 2016 16:45 WIB
Kunjungi Stand Pameran Interpol, Wapres JK Dipandu Kombes Krishna
Wapres JK (Foto: Idham Kholid/detikcom)
Nusa Dua - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) sempat mengunjungi stan-stan pameran di Sidang Umum Interpol ke-85 di Bali. JK tampak ditemani Kombes Krishna Murti.

Stan-stan pameran itu terpajang di Bali Nusa Dua Convention Center. Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan President of Interpol Mireille Ballestrazzi tampak ikut dalam kesempatan itu.

Dalam meninjau stan-stan ini, JK dipandu oleh Kepala Bagian Pengembangan Kapasitas (Kabagkembangtas) Divisi Hubungan Internasional Polri Kombes Krishna Murti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di samping ini adalah both dari Kepolisian China, mereka akan menjadi tuan rumah Sidang Umum Interpol ke-86 tahun depan," kata Krishna memberi penjelasan.

Tidak hanya itu, stan-stan dari negara lain dan stan alutista dan lainnya juga dikunjungi. Termasuk stan Polri dan Pemerintah Daerah Bali. Terdapat sekitar 60 both ada di stan pameran interpol.

Sidang umum Interpol ke-85 ini digelar hingga Kamis, 10 November mendatang di Bali Nusa Dua Convention Center. Ajang tahun ini mengusung tema 'Setting a Global Roadmap for International Policing' dengan tiga program bahasan prioritas yaitu soal terorism, emerging and organized crime, dan cybercrime.

Kunjungi Stand Pameran Interpol, Wapres JK Dipandu Kombes KrishnaWapres JK didampingi Kombes Krishna (Foto: Idham Kholid/detikcom)


"Jadi kehormatan bagus saya menyampaikan perspektif Indonesia dalam tema menentukan tujuan kebijakan global," kata JK dalam sambutannya di pembukaan Sidang Umum Interpol di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (7/11/2016).

JK mengatakan, tugas kepolisian di dunia saat ini semakin berat. JK ingin ajang Interpol ini bukan sekedar seremonial tahunan belaka. Tapi sebagai wujud ekspresi kepentingan global dalam melindungi dan mengamankan dunia.

"Terorisme (itu) kejahatan luar biasa. Sebagai anggota Interpol kita harus menitik beratkan pada reformasi intelijen. Kepolisian Indonesia sudah mendapatkan pengakuan dalam memberantas terorisme. Namun belum semua dapat dicegah," ujarnya. (idh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini