"Saya justru harus kerja keras untuk memastikan perhatian masyarakat tidak terpusat pada hal-hal yang bukan prioritas warga Jakarta. Prioritas warga Jakarta adalah hidup lebih sejahtera ke depan," ujar Sandiaga usai menemui warga Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (6/11/2016).
Menurut Sandiaga, Pemprov DKI saat ini belum berhasil menghasilkan kesejahteraan warga Jakarta. Sandiaga juga banyak mendapat keluhan warga Cipayung soal kurangnya lapangan pekerjaan dan tingkat kriminalitas tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solusinya, lanjut Sandiga, menghadirkan pusat kewirausahaan untuk anak-anak muda. Selain itu mereka juga perlu diberikan pelatihan dan modal usaha.
"Kami punya programnya. Program satu kecamatan satu pusat kewirausahaan. Jadi targetnya dibidik 4 sampai 5 ribu pelaku ekonomi baru. Anak-anak muda, ibu-ibu majelis taklim, ibu-ibu yang selama ini tidak terbedayakan," ungkapnya.
Terkait angka kriminalitas yang tinggi, Sandiaga memiliki program siskamling berbasis teknologi informasi. "Kita akan bentuk aplikasi mirip Gojek sehingga setiap warga bisa berpartisipasi dalam keamanan. Jadi nanti ada tombol hot button, tombolnya dipencet jadi setiap ibu-ibu anak-anak kecil mendapat pengawalan. Pengawalan itu kemitraan dari pemprov, LSM dan wirausaha," paparnya.
Begitu juga halnya yang terjadi di Penjaringan pasca demo 4 November yang berujung ricuh. Menurut Sandiaga, kriminilitas terjadi karena ada kesenjangan ekonomi yang tinggi di kawasan tersebut.
"Akar permasalahannya adalah ketimpangan ekonomi dan pendidikan dan kesejahteraan. Itu di mana Anies-Sandi fokus untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik, mengurangi ketimpangan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan khususnya di Jakarta Utara," jelasnya.
(ega/fjp)











































