Perwakilan Fakultas Psikologi UGM yang ada di RSUD Bangil, Prof Kwartarini Wahyu Yuniarti, tak mengizinkan wartawan untuk mengambil gambar dan mewawancari korban. Head Cross Cultural Health & Clinical Psychology ini berjanji dalam waktu dekat para korban sudah bisa diajak bicara.
"Saya mohon saat ini biar istirahat dulu. Sudah membaik, dirawat dengan baik," kata Prof Kwartarini, di ruang Dahlia RSUD Bangil, Minggu (6/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah membaik, kata dia, para korban butuh kenyamanan. "Biar lebih nyaman nanti kalau sudah sehat silakan cerita opo ae (apa saja). Sembarang kaler gak popo (cerita semuanya nggak apa-apa)," imbuhnya.
Kwartarini mengatakan, semua keluarga korban sudah diberi informasi kecelakaan tersebut. Pihak Fakultas juga selalu ada di samping para korban.
"Kami bergantian," ujarnya. "Maaf ya, belum bisa diwawancara," imbuhnya seraya tersenyum.
Rombongan mahasiswa ini mengalami kecelakaan di Dusun Sugro, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (5/11) pukul 11.30 WIB, saat perjalan menuju Malang dari kawasan wisata Bromo.
Baca: Kecelakaan di Pasuruan, Avanza 'Maut' Mahasiswa UGM Dikemudikan Perempuan
Jalur menuju Bromo dari Pasuruan bisa ditempuh dari dua arah, Tutur dan Pasrepan Puspo. Jalur Tutur yang merupakan kawasan agrowisata, selain lebih dekat dari Malang juga menyajikan pemandangan yang indah meski jalannya sempit dan banyak tikungan tajam serta tanjakan dan turunan.
Dua orang meninggal bernama Rika Vionita Kurnia dan Rizka Fitri Nugraheni. Sedangkan korban luka yakni Nurul Fadillah, Anak Agung Ayu Ratna, Wiroatul Annisa, Pramudita Lintang, Ni Made Ray Kistiani (pengemudi saat kecelakaan) dan Erga Patra Gave. (ega/ega)











































