Petugas pos pengamat Gunung Sinabung, Deri mengatakan, erupsi disertai gugugran awan panas itu terjadi pada pukul 07.46 WIB, Minggu (6/11/2016).
"Untuk erupsi, tinggi kolom abunya 1.500 meter dan awan panas guguran dengan jarak luncur 700 meter," kata Deri kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara, awan panas guguran mengarah ke tenggara dan timur," sambungnya.
Dengan aktivitas Gunung Sinabung yang masih tinggi, petugas mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki zona berbahaya.
"Masyarakat yang terdampak abu vulkanik diimbau memakai masker. Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi erupsi dan awan panas guguran lagi," kata Deri.
(khf/khf)











































