"Sebetulnya aksi kemarin itu aksi damai dan para penggagasnya setahu yang saya ketahui berniat ingin aksi damai, jadi mereka ingin menyampaikan aspirasinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan konstitusi karena berunjuk rasa adalah ekspresi setiap warga negara yang memiliki haknya," kata Lukman di Kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (6/11/2016).
Lukman sangat menyayangkan adanya insiden yang terjadi sesaat setelah berkumandangnya azan Isya. Ia meyakini adanya provokator di luar massa aksi, ia mendorong kepolisian untuk mendalami aktor pemicu kerusuhan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap umat Islam menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama (Ahok). Ia juga berharap, kalaupun ada aksi lagi massa bisa lebih patuh terhadap aturan dan konstitusi yang ada.
Tapi secara keseluruhan kita lihat sampai Magrib itu masih damai tidak ada kerusuhan. Mudah mudahan ke depan aksi damai yang diikuti bisa sesuai dengan ketentuan, misalnya jam 6 sore sudah harus bubar," tutur Lukman. (wsn/rna)











































