Minimnya lapangan pekerjaan, masalah pengangguran dan permasalahan ekonomi lainnya, kata dia, harus bisa diatasi untuk meminimalisir kejadian seperti di Penjaringan tersebut.
"Di (Jakarta, red) Utara itu lapangan pekerjaan semakin hari semakin hari semakin sulit. Anak mudanya banyak yang nganggur karena kebijakan pemprov yang tidak bersahabat terhadap kewirausahaan kebijakan yang kurang mendorong UKM UKM yang lahir. Kebijakan yang selama ini terpusat hanya untuk perusahaan perusahaan yang besar kolongmerat kolongmerat besar," kata Sandi saat mengunjungi kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temen-temen di Kadin mengeluh, temen-temen di Apindo mengeluh bahwa proyek-proyek yang di DKI itu dikonsolidasi hanya diberikan oleh perusahaan besar dan perusahaan kecil tidak dapat akses terhadap peluang usaha. Saya akan mengubah itu semua. Jakarta utara itu kan semestinya menjadi salah satu tempat yang paling makmur," papar dia.
"Kenapa? karena ia menjadi water front di mana-mana di belahan dunia itu di mana tanah water front itu tanahnya lebih mahal dari pada tanah kita di sini, di Selatan. Jadi itu nanti paradigmanya akan kita ubah dengan program one kecamatan, one enterprenership centers satu pusata kewirausahaan di satu kecamatan yang saya namakan pasukan biru blue force," sambung dia.
Sandiaga membidik anak-anak muda ini untuk dijadikan pencipta lapangan kerja dam pembuka lapangan pekerjaan bukan pencari kerja. Implikasinya, kata Sandi, anak muda di Jakut bisa menciptakan usaha di bidang pariwisata, kuliner dan lainnya.
"Di mana mereka bisa dibidik kegiatan ekonomi kreatif, luar biasa potensinya Jakarta Utara. Makanya kemarin saya agak sedih itulah potret kira sekarang insya Allah tahun depan kira punya pemerintah yang lebih berpihak pada penciptaan dunia usaha yang lebih kondusif," bebernya.
(wsn/rna)











































