Menurut Bachtiar, pernyataan Jokowi tak mendasar. Ia pun meminta Jokowi membuktikan hal tersebut melalui informasi yang berasal dari Badan Intelijen Negara (BIN).
"Aktor politik yang disebutkan presiden salah besar dan tidak mendasar. Kami tidak melakukannya. Kecuali presiden punya informasi sendiri dari Badan Intelijen Negara yang kemudian punya bukti sendiri," kata Bachtiar dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu di luar domain kami. Penyusup kami lihat ada dari pihak-pihak yang tidak dikenal. Bahkan beragama nonmuslim setelah ditangkap. Mereka yang kami foto ternyata berbadan tegap dan cepak, tapi belum tentu dari TNI atau Polri," tutur Bachtiar. Meski mengaku memiliki foto provokator berambut cepak, namun GNPF MUI tak menunjukkannya dalam jumpa pers tersebut.
Bachtiar mengatakan, pihaknya akan terus mengawal penanganan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki T Purnama (Ahok).
"Kami akan perhatikan baik-baik agar tidak ada pengkhianatan terhadap yang dijanjikan katanya 2 minggu. Sampai melihat kepuasan masyarakat apakah keadilan sudah dijalankan atau belum," ujar Bachtiar.
"Kita lihat, sementara belum Senin tidak ada aksi tapi ada utusan satu grup untuk ke pemerintah memonitor. Kita lihat apakah hasilnya memuaskan rasa keadilan atau tidak kepada masyarakat," lanjutnya. (rna/tor)










































