Howard: Tragedi Membuat Australia Semakin Dekat dengan RI
Senin, 04 Apr 2005 11:04 WIB
Jakarta - Tragedi yang terjadi belakangan ini telah membuat Australia semakin dekat dengan Indonesia. Demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard usai pembicaraannya dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang berkunjung ke negeri Kangguru itu.Kedua pemimpin itu bertemu di gedung Parlemen Australia di Canberra, Senin (4/4/2005) pagi waktu setempat. Pertemuan ini terlaksana sehari setelah helikopter Angkatan Laut Australia yang mengemban misi kemanusiaan, jatuh di Pulau Nias dan menewaskan 9 personel Australia.Dikatakan Howard, dirinya dan SBY memiliki komitmen personal yang kuat untuk mempererat hubungan antara kedua negara. "Tragedi telah membuat dua negara kita dekat dalam beberapa bulan ini," tutur Howard pada konferensi pers."Namun sebelum tragedi tsunami mengerikan itu menghancurkan Aceh, sebenarnya sudah ada banyak perkembangan positif dalam hubungan antara kedua negara kita," kata Howard.Howard menyampaikan, untuk lebih mempererat hubungan kedua negara maka pemerintah Australia akan memberikan beasiswa bagi 600 mahasiswa Indonesia guna menempuh studi di negeri itu.Dalam pertemuan itu, SBY menyampaikan dukacita atas musibah heli Australia di Nias. Demikian seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (4/4/2005)."Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan dukacita mendalam kami dan kesedihan kami atas kecelakaan helikopter tragis di Pulau Nias yang merenggut nyawa sembilan warga Australia dan yang secara ajaib, dua orang berhasil selamat," tukas Presiden SBY.Menurut pemimpin Indonesia, pertemuannya dengan Howard telah berlangsung sangat produktif. "Kami membahas kerjasama kami yang bagus dalam menangani dampak tsunami serta prospek rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh dan Sumatera Utara," tutur SBY."Perdana Menteri dan saya akan bekerjasama dengan erat guna mengatur kemitraan Australia-Indonesia untuk rekonstruksi dan pembangunan," imbuhnya. Isu terorisme juga dibicarakan dalam pertemuan Howard-SBY. "Kami juga membahas isu terorisme dan bagaimana kami bisa meningkatkan kerjasama kami dalam banyak bidang yang terkait dengan kontra-terorisme," kata SBY. "Saya menekankan perlunya untuk mengatasi akar dan penyebab terorisme," tandas SBY.
(ita/)











































