"Menjadi politisi Indonesia tidak bisa tidak melihat histori. Lihat saja di Amerika butuh berapa tahun bagi mereka untuk menerima pemimpin Katolik. Para politisi harus tahu sejarah. Jangan cuma lihat undang-undang. Ada kejadian yang tidak bisa dibicarakan meskipun secara hukum boleh," ujar Salim di sebuah diskusi di Restoran Boplo, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).
Salim menyinggung mengenai kemampuan berpolitik Basuki T Purnama (Ahok) yang dinilai kurang mumpuni. Ia menyayangkan sikapnya yang sering menyatakan komentar yang menyinggung dan kontroversial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salim mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia sudah mempunyai pemahaman tersendiri mengenai Almaidah ayat 51 sejak dulu. Menurutnya, hal tersebut sudah tidak perlu diungkit lagi dalam sistem kebangsaan Indonesia yang telah paripurna menerima Pancasila.
"Saya mengatakan demokrasi bisa berjalan kalau umat Islam mengambil tempatnya dalam konfigurasi Pancasila. Ada perbedaan tapi ada kenyataan. Masyarakat sudah tahu sejak dulu Al Maidah tapi tidak mempersoalkan. Permasalahannya Pak Ahok tidak mengetahui itu, kita sembunyikan tapi diungkit," pungkasnya. (erd/erd)











































