Foto: Mei AmeliaFoto: Detikcom |
Terpantau di kawasan yang mengarah ke Istana Merdeka ini, Jumat (4/11/2016) pukul 20.50 WIB, udara masih terasa pedih di mata, sisa-sisa gas air mata dari aparat kepolisian yang menghalau pengunjuk rasa beberapa jam sebelumnya.
Foto: Mei AmeliaFoto: Detikcom |
Ambulans meraungkan sirinenya, lantunan Surat Yasin terdengar jelas betul dari pengeras suara arah Monas. Terlihat beberapa orang masih ada di sini, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding ribuan massa demonstran tadi.
Foto: Grandyos ZafnaFoto: detikcom |
Sampah-sampah berupa botol air mineral, bambu, kardus, dan lain sebagainya dikumpulkan di beberapa titik, kemudian dibakar. Titik-titik api menyembulkan asap yang cukup membikin batuk di suasana remang ini.
Sampah-sampah berserakan. Batu sisa lemparan sampai sandal yang tercecer ditemui di manapun mata mengarah.
Foto: Danu DamarjatiFoto: detikcom |
Movable Concreate Barrier (MCB) alias pembatas beton terlihat roboh. Pembatas beton ini adalah fasilitas lalu lintas, pembatas jalan umum dengan Busway TransJakarta. Kondisinya rusak lebih dari satu titik.
Melongok ke Gedung Radio Republik Indonesia, polisi menyandarkan bahunya di tembok dan melafalkan ayat-ayat suci Alquran, meski tanpa membaca. Salah seorang temannya hanya termangu duduk di samping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Danu Damarjati |
Lantai toilet di Gedung ini nampak berlumpur, warnanya coklat tua, karena tanah Jakarta memang cukup lengket bila terkena air. Tolitet ini sudah digunakan banyak orang usai demonstrasi.
(dnu/van)












































Foto: Mei Amelia
Foto: Mei Amelia
Foto: Grandyos Zafna
Foto: Danu Damarjati
Foto: Danu Damarjati