Israel-Palestina Bersatu Mengenang Paus di Yerusalem
Senin, 04 Apr 2005 09:45 WIB
Jakarta - Meski biasanya berseteru, kali ini warga Israel dan Palestina bersatu untuk memberi penghormatan terhadap almarhum Paus Yohanes Paulus II di tanah suci Yerusalem.Paus dikenang kedua negara yang musuh bebuyutan ini sebagai orang yang tidak kenal lelah mengampanyekan perdamaian di Yerusalem dan handal dalam rekonsiliasi antaragama.Para pelayat memadati misa yang digelar di gereja-gereja di sepanjang wilayah Israel dan Palestina. Termasuk di lokasi kelahiran Yesus Kristus di Betlehem dan kota kediamannya di Nazareth.Di dua lokasi ini tampak bendera-bendera dikibarkan setengah tiang. Demikian dilansir The Daily Star, Senin (4/4/2005)."Kami di Tanah Suci mengenang dia sebagai paus yang menyaringkan suaranya berulang-ulang untuk keadilan dan kedamaian," kata Latin Patriarch Michel Sabbah, warga Palestina yang menjadi perwakilan senior Vatikan di Tanah Suci saat berkotbah di Basilika di Nazareth."Dia bicara soal kebutuhan akan keamanan bagi warga Israel, tapi dia juga bicara dengan jelas mengenai hak-hak sah warga Palestina. Dia juga meminta diakhirinya pendudukan militer terhadap warga Palestina," lanjutnya.Sharon Puji PausPM Israel Ariel Sharon juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Paus, meski dirinya pernah dikritik Paus dalam beberapa kesempatan karena membangun tembok pemisah sepanjang Tepi Barat."Paus merupakan sosok yang cinta damai dan sahabat bagi rakyat Yahudi. Dia sudah akrab dengan keunikan rakyat Yahudi dan bekerja sepanjang sejarah dalam melakukan rekonsiliasi antara umat," kata Sharon saat membuka pertemuan mingguan kabinetnya."Dunia kehilangan salah satu pemimpin penting dari generasi ini, yang memberikan kontribusi besar dalam persesuaian dan mempersatukan umat, memahami dan bertoleransi. Itu semua akan menyertai kita selama bertahun-tahun ke depan," puji Sharon yang bertemu Paus pertama kalinya sewaktu masih menjadi Menlu Israel tahun 1999.
(sss/)