Ribuan pendemo itu menuju satu titik sasaran yaitu Istana Merdeka yang berada di Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (4/11/2016). Ribuan orang itu datang dari empat penjuru jalan, Merdeka Barat, Merdeka Utara, Merdeka Selatan dan Merdeka Timur.
Foto: Hasan Al Habshy |
Namun massa terhalang barisan aparat gabungan di depan Istana Merdeka. Massa akhirnya berhenti di pembatas beton yang berada di seberang depan Istana Merdeka. Ada yang membawa spanduk, ada yang membawa pamflet tuntutan mereka.
Di hadapan mereka, ratusan polisi membuat pagar betis dengan penghalang kawat berduri yang membentang sepanjang jalan melingkari Istana Merdeka. Pasukan Brimob di seberangnya tidak henti-hentinya mengumandangkan doa. Sang komandan menggunakan toa memimpin doa yang diikuti oleh anggotanya.
Foto: Hasan Al Habshy |
Sekelompok pendemo berusaha menembus kawat tersebut dengan melempari polisi dengan botol dan kayu, tapi hal itu tidak membuat polisi bergeming. Mereka dengan sabar mengawal pendemo menyampaikan aspirasinya. Aksi itu hanya berjalan sebentar dan kembali kondusif.
Selain polisi, di belakang kawat baja berduri itu berdiri juga berdiri para anggota TNI membuat pagar betis mengepung Istana Merdeka. Alat taktis seperti tank Anoa, barakuda hingga water cannon siaga, menunggu komando untuk mengamankan pendemo. Hingga saat ini situasi masih berjalan kondusif.
Foto: Hasan Al Habshy |
Kawat baja berduri pula memisahkan tempat strategss lain di seputaran Monas, seperti Kedubes AS. (asp/try)












































Foto: Hasan Al Habshy
Foto: Hasan Al Habshy
Foto: Hasan Al Habshy