Pantauan detikcom, sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (4/11/2016), para 'Brimob Asmaul Husna' ini berkumpul di seberang Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Ratusan Brimob ini kemudian mendapat pengarahan dari Wakapolres Jakarta Timur AKBP H Arif Rachman.
Para Brimob Asmaul Husna ini makan sambil lesehan di jalan. Rachman kemudian meminta jajaran Brimob yang mengenakan peci warna putih untuk menyimpannya di saku celana. Mereka kemudian mengenakan baret untuk pelindung kepala.
Foto: Danu Damarjati/detikcom |
Para Brimob tersebut kemudian diminta untuk berbaris. Keseluruhan personel ini berjumlah 499 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, ratusan Brimob ini diposisikan sejajar dengan barisan pasukan Marinir TNI. Mereka lantas duduk bersila sambil mendengarkan tausiah singkat dan dilanjut dengan melantunkan Asmaul Husna (nama-nama Allah SWT yang indah-red).
"Kita menyambut saudara kita yang datang berunjuk rasa, dan kita sambut. Nanti kalau mereka sudah reda, kami kembali," kata Rachman.
"Kami mendinginkan situasi," tambahnya.
Rachman menjelaskan alasan para anggotanya tidak mengenakan sorban saat mengawal aksi. "Tadi pakai sorban untuk salat. Kami ini pasukan Asmaul Husna, bukan pasukan sorban. Ciri khas kami tanda pita putih di lengan kiri," katanya.
"Penggunaan sorban untuk salat Jumat dan ashar nanti. Buat sajadah," tambahnya.
(dnu/jor)











































Foto: Danu Damarjati/detikcom