"Ndak, ndak (khawatir)," kata Djarot usai mengunjungi Pasar Burung Pramuka di Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016).
Dia juga yakin tidak akan terjadi keributan dalam aksi tersebut. Djarot berharap pengunjuk rasa bisa menyalurkan aspirasinya dengan damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dia berharap demo tersebut tidak diakomodir oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Kondisi negara harus tetap stabil.
"Saya juga minta tolong betul untuk diawasi supaya (demo) jangan ditunggangin oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang akan buat negara kita dalam kondisi tidak stabil. Kalau terjadi ketidakstabilan maka yang kepukul adalah ekonomi kita," lanjutnya.
Untuk petugas, Djarot berpesan untuk bekerja dengan baik dan profesional tanpa harus terlalu menyolok di kalangan pendemo. Pendemo juga melakukan aksi tanpa berlebihan dan aman.
"Jadi marilah kita saling menjaga, menahan diri, damai, aman, sejuk dan ciptakan betul inilah Indonesia, yang ideologinya Pancasila, yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai bangsa yang majemuk tapi kita adalah satu saudara," ujarnya.
Djarot sendiri tidak memantau apa saja aktivitas Ahok hari ini. Tapi dia menegaskan bahwa Ahok sudah minta maaf atas ucapannya saat di Kepulauan Seribu.
"Ya komunikasi dong, ya engga apa-apa ya beliau kan suda minta maaf dari hati yang paling dalam, kalau beliau salah dari hati yang paling dalam beliau sudah minta maaf. Bagi saya pribadi sebagai muslim kalau ada orang minta maaf apalagi dalam hati terdalam ya wajib hukumnya untuk memaafkan, kalau seumpama itu persoalan hukum ya serahkan pada aparat hukum. Sederhana kan," tutup Djarot.
(nth/imk)











































