Tetap Kampanye di 4 November, Sandiaga: Kami Kacamata Kuda

Dinamika Pilgub DKI

Tetap Kampanye di 4 November, Sandiaga: Kami Kacamata Kuda

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 04 Nov 2016 11:23 WIB
Tetap Kampanye di 4 November, Sandiaga: Kami Kacamata Kuda
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno tetap melakukan kampanyenya hari ini yang bertepatan demo besar sejumlah ormas Islam di Jakarta Pusat. Dia memilih fokus menyerap aspirasi masyarakat.

"Anies-Sandi kacamata kuda, kita fokus untuk pilgub DKI. Aksi yang menjadi luar biasa begitu besarnya itu adalah aksi yang penegakan hukum, supermasi hukum, dan tidak ada sangkut pautnya dengan pilgub DKI," kata Sandiaga usai menyapa warga di Jalan Bangka Raya, Gang Amal, RT 02 RW 11 Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (4/11/2016).

Fokus yang dimaksud adalah fokus untuk mendengar aspirasi yang menjadi harapan masyarakat DKI Jakarta. "Karena kita fokus untuk mendengar aspirasi rakyat, dan aspirasi rakyat itu betul-betul menjadi harapan mereka untuk Jakarta ke depan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya lebih mendengar pesan Presiden RI Joko Widodo, dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang mengatakan demo tersebut tidak berkaitan dengan Pilgub DKI. "Jadi kita menangkap pesan itu, kita terus menyapa masyarakat," katanya lagi.

Agenda Sandiaga hari ini memang cukup padat dan akan berkeliling ke sejumlah titik di Jakarta Selatan. Pasangannya, cagub Anies Baswedan juga tetap beraktivitas hari ini.

"Mestinya sih kampanye, biasanya sih jadwal-jadwalnya mungkin jadwal yang tertutup untuk pers. Tapi itu pasti ada hubungannya dengan Pilgub, yaitu mungki pertemuan dengan dewan pakar, pertemuan dengan penasehat-penasehat berkaitan dengan policy-policy," jelasnya.

Pertemuan dengan dewan pakar itu akan membahas beberapa program. Sandiaga menyebut Anies fokus gerakan anti korupsi dan mejudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

"Karena Mas Anies fokus di dua masalah inti yaitu, gerakan anti korupsi, dan juga mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, dan Mas Anies ingin masalah pendidikan yang mengintegrasi KJP dan KIP itu yang bisa kita tawarkan kepada masyarkat," jelasnya lagi. (imk/imk)


Berita Terkait