Gus Ipul Bantah Ditekan SBY
Senin, 04 Apr 2005 08:20 WIB
Jakarta - Salah satu menteri di kabinet SBY-Kalla, Saifullah Yusuf membantah dirinya ditekan Presiden SBY agar bisa menguasai DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia maju sebagai calon ketua umum PKB karena itu merupakan haknya."Nggak ada itu, nggak adalah," kata pria yang sering disapa Gus Ipul itu saat ditemui detikcom dan sejumlah wartawan di sela-sela kongres GP Ansor di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (3/4/2005).Saat itu, Gus Ipul ditanya tentang isu yang beredar bahwa sejumlah menteri dari partai politik (parpol) ditekan presiden agar tetap menguasai parpolnya. Hal ini penting untuk mengamankan pemerintahan SBY-Kalla.Gus Ipul, yang kini menjadi menteri negara pembangunan desa tertinggal, termasuk yang diisukan ditekan Presiden SBY. Apalagi, Gus Ipul sudah menggenggam GP Ansor kembali dan akan maju sebagai ketua umum DPP PKB dalam kongres di Semarang 16-18 April nanti.Menurut Gus Ipul, isu tidak ada benarnya sama sekali. Menurut dia, pemerintah tidak seperti pemerintahan masa lalu yang ikut mencampuri urusan politik."Pemerintah sekarang tidak ikut-ikutan campur tangan dengan partai politik. Kalau ada anggota kabinet yang ingin mencalonkan diri di sebuah partai politik itu adalah hak kader," ungkapnya.Selain Gus Ipul, yang dicurigai ditekan SBY adalah Hatta Rajsa. Menteri perhubungan yang kini masih menjabat sekjen DPP PAN ini juga maju sebagai calon ketua umum DPP PAN.Dugaan itu makin menguat setelah ada desakan dari internal PAN agar Hatta mundur dari kabinet bila ingin mencalonkan ketua umum PAN. Desakan baik secara eksplisit maupun implisit itu muncul dari banyak tokoh, seperti Amien Rais, AM Fatwa, Didik J Rachbini, dan Moeslim Abdurrahman. Kader kader muda PAN juga mendesak hal yang sama.Namun, sampai saat ini, Hatta tetap saja tidak mau mengundurkan diri. Menurut dia, saat ini masih belum saatnya untuk menyatakan mundur dari kabinet.
(sss/)











































