Sampah di Nias Mulai Bertumpuk
Senin, 04 Apr 2005 08:01 WIB
Nias - Bau menyengat kini tak lagi hanya keluar dari jenazah yang belum terevakuasi dari reruntuhan bangunan, tapi juga sampah yang mulai bertumpuk di Nias.Ketika semua petugas dan relawan sibuk mengurusi bantuan pangan dan evakuasi jenazah, tidak ada yang mengangkut sampah bekas makanan dan air minum kemasan, terutama limbah rumah sakit.Bau busuk yang tidak karu-karuan pun tercium di mana-mana. Bahkan di beberapa lokasi, bau sampah yang menumpuk kini hampir mengalahkan bau mayat. Demikian pandangan detikcom usai berkeliling sebagian kota Nias, Senin (4/4/2005).Di jalan Cipto Mangunkusumo misalnya, persisnya di depan ruang laboratorium ada tumpukan sampah perban yang sudah berlumuran darah, botol infus, suntikan bekas, dan lain-lain.Kemudian di dekat Pendopo Kantor Gubernur, persisnya di depan wartel banyak orang berkumpul karena generatornya selalu aktif. Walhasil mereka menyumbang sampah berupa botol air mineral, bungkus biskuit dan makanan.Di jalan Karet ada reruntuhan bangunan yang masih ada beberapa mayat. Ada bak sampah di sekitarnya setinggi sekitar 1 meter. Mungkin karena malas repot, orang yang membuang sampah main asal lempar saja. Walhasil sampah bukannya masuk ke dalam bak sampah, melainkan bertumpuk dan berserakan di luarnya. Di tempat inilah bau sampah tercium lebih busuk ketimbang bau mayat.Jalan Sirau yang merupakan daerah pusat reruntuhan bangunan dan jalan Sudirman juga memiliki pemandangan yang serupa. Sampah bertumpuk di mana-mana. Apalagi di lokasi bekas Pasar Gomo, tumpukan sampah sudah sangat membusuk.Terkadang sampah sekaligus diangkut truk yang membawa batu-batu reruntuhan, namun tidak menjadi prioritas. Reruntuhan maupun sampah yang dibawa truk itu dibuang ke bekas pelabuhan lama di jalan Kelapa.
(sss/)











































