"Sederhana saja, yang salah dikatakan salah. Semua semangatnya itu, nggak ada hubungannya sama Pilkada. Teman-teman kan datang dari daerah, nggak ada urusan sama (Pilgub DKI) itu," ucap peserta aksi dari Solo, Agus Widodo, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (3/11/2016).
Agus berangkat dari Solo bersama 8 orang temannya tanpa atribut kelompok. Dia datang ke Jakarta dengan keyakinan bahwa ucapan Ahok yang menyinggung surat Al Maidah 51 adalah penistaan terhadap Alquran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus akan bergabung dengan massa umat Islam lainnya pada aksi yang dimulai dari Istiqlal, besok. Dia menjamin aksi akan berjalan damai.
"Kami persiapkan fisik, maksudnya biar bisa bertahan dalam semua kondisi. Kita nggak tahu tidur di mana (malam ini), kalau boleh di sini ya di sini," ujarnya.
"Kita akan taati aturan. Orang muslim harus jaga kebersihan, sampah jangan berserakan. Insya Allah kita jaga," ucap Agus kalem.
Hal senada disampaikan oleh Aji (34), warga Sukabumi yang bekerja di Pancoran. Dia akan ikut dalam demonstrasi besok bersama kelompok lain menentang penistaan terhadap Alquran.
"Membela nama Allah, nggak ada hubungan dengan Pilkada. Saya bukan orang Jakarta juga kan," ucap Aji.
Peserta aksi lainnya, Fathir (23) yang datang dari Karawang, juga menegaskan bahwa massa aksi besok adalah aksi damai untuk mendesak pemerintah menuntaskan dugaan penistaan agama oleh Ahok. Tak ada hubungan dengan Pilgub DKI.
"Untuk menindaklanjuti Ahok, kami menginap di sini sampai besok selesai," ucap Fathir.
(dkp/miq)










































