"Ya jangan main fitnah karena tidak baik memfitnah seseorang menggerakkan unjuk rasa dan sebagainya, itu tidak benar. Itu namanya menghantam-hantam sendiri sesama anak bangsa," kata Agus kepada wartawan saat berkampanye di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (3/11/2016).
Agus mengingatkan untuk tidak ada politisasi terhadap aksi demo 4 November. Demo itu sendiri terkait dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus meminta pemerintah segera menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab aksi.
"Selama tidak diselesaikan dengan baik, dengan hukum, dengan cara-cara yang ditentukan negara kita. Tentu tidak akan berhenti permasalahan ini," kata Agus.
Sebelumnya, SBY melakukan pidato di kediamannya di Cikeas, pada Rabu (2/11/2016). SBY merasa ada orang yang menuduh sebuah parpol mendanai aksi besok.
"Dulu saya tidak pernah dengan mudah menuduh ada orang-orang besar mendanai aksi-aksi unjuk rasa, ada orang besar menggerakkan unjuk rasa. Kalau dikaitkan situasi sekarang kalau ada informasi atau analisis intelijen seperti itu, saya kira berbahaya. Menuduh seseorang, menuduh sebuah kalangan, menuduh sebuah parpol, melakukan seperti itu, itu fitnah, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. I tell you. Yang kedua, menghina. Rakyat bukan kelompok bayaran. Urusan hati nurani tidak ada yg bisa mempengaruhi, uang tidak ada gunanaya. Apalagi ukuran akidah. Banyak di dunia ini mereka rela mengorbankan jiwanya demi akidah. Memfitnah orang yang dilaporkan itu, parpol atau pihak-pihak yang dilaporkan itu. Nama analisis intelijen sekaligus menghina," kata SBY dalam pidatonya.
(imk/tor)










































