Ahok: Anak Tidak Punya Sertifikat Vaksin, Tidak Boleh Sekolah

Ahok: Anak Tidak Punya Sertifikat Vaksin, Tidak Boleh Sekolah

Niken Purnamasari - detikNews
Kamis, 03 Nov 2016 17:55 WIB
Ahok: Anak Tidak Punya Sertifikat Vaksin, Tidak Boleh Sekolah
Foto: Niken Purnamasari/detikcom
Jakarta - Calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan kepada para ibu untuk rajin melakukan vaksin kepada anak. Aturan ketat soal vaksin bahkan bakal diterapkan yakni jika anak tidak memiliki sertifikat vaksin, maka ia tidak diperbolehkan sekolah.

Hal itu disampaikan Ahok saat blusukan ke Gang Langgar II, Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Dalam blusukan, ia beberapa kali berbincang dengan para ibu yang memiliki anak. Ahok menanyakan apakah anak mereka telah diberi vaksin.

Pentingnya pemberian vaksin dikatakan Ahok sebab dirinya melihat banyak kasus yang terjadi di lapangan, anak-anak di usia sekolah yang semula memiliki fisik yang sehat, tiba-tiba saja sakit. Setelah diperiksa oleh dokter, mayoritas mereka tidak divaksin sewaktu usia dini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau lihatin ke masyarakat, kita banyak anak-anak waktu itu saya yang alamin. Ada anak sekolah, sewaktu SD atau SMA pintar banget. Tiba-tiba dia sakit enggak ketolongan karena waktu kecil enggak ada (diberi) vaksin," kata Ahok di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016).

Saat berbincang dengan warga Pejaten, ia meminta agar para ibu lebih memerhatikan soal vaksin anak mereka dan dapat mengunjungi Puskesmas terdekat. Bahkan dengan tegas, ia bakal membuat aturan jika anak tidak memiliki sertifikat vaksin maka tidak diperbolehkan sekolah.

"Kalau kita bicara SDM orang Jakarta lahir begitu begitu banyak, kalau enggak sehat pas sudah besar dan sakit kan kasihan. Makanya mau kita dorong. Ini cukup berhasil kalau kamu enggak ada sertifikat vaksin, kamu enggak boleh sekolah," ujar Ahok.

Selain soal vaksin, masalah kesehatan yang turut disoroti oleh Ahok saat blusukan ke Pejaten Timur yakni soal kesehatan gigi anak-anak. Ia menginginkan anak-anak di Jakarta dapat memeriksa gigi secara rutin di Puskesmas.

"Sekarang ditemukan salah satu yang mengganggu saraf juga yaitu gigi. Kita harapkan ke depan anak sekolah harus periksa gigi. Kita tanggung di puskesmas, kita tanggung (biayanya). Puskesmas kita sekarang alat giginya bagus," jelas cagub petahana itu.

(nkn/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads