"Untuk mendinginkan suasana, kami lebih banyak melakukan upaya preemtif dan preventif, salah satunya cyber policing di media sosial," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Fadil Imran kepada detikcom, Kamis (3/11/2016).
Foto: Dok. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, bagaimana agar lebih bijak dalam memilih kata-kata dan pandai menilai mana konten yang radikal, hoax atau pun yang provokatif," lanjut Fadil.
Foto: Dok. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya |
Upaya pencegahan sendiri dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Komuniksi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir akun-akun di medsos yang anonim.
Polisi mencatat ada ribuan akun anonim yang indikasinya dijalankan oleh sistem (bott account). Dari pengamatan patroli siber, akun medsos yang sudah teridentifikasi melakukan hatespeech, provokasi atau pun menyebar berita hoax terkait Pilkada DKI maupun demonstrasi 4 November hanya 10 persennya saja.
Foto: Dok. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya |
(mei/dnu)












































Foto: Dok. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya
Foto: Dok. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya
Foto: Dok. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya